20 March 2011

Mengukir Masa Depan Mereka: Kisah Sosialisasi Paramadina Fellowship 2011

Pulang, aku harus pulang!”, begitu gumamku di dalam hati. Hari Sabtu itu kulihat merah di kalender buku akademik mahasiswa. Hari Nyepi, ini kesempatanku karena aku selama seminggu di semester IV ini hanya punya libur Kamis dan Jum'at. “Kenapa tak pulang saja ke Tasikmalaya?”, pendapatku dalam hati.


Memang aku akui aku bergegas pulang untuk melepas kerinduan pada ayah dan bunda karena sudah selama hampir lima tahun ini aku selalu hidup melanglang buana: SMA di Bandung dan sekarang di Jakarta. Tidak jauh sih, tapi selalu ada saja penyakit “homesick” yang melanda hati.


Agenda lain yang aku punya dalam rangka pulang ini adalah membayar kesalahan. Aku merasa berdosa sekali, dosa ini selalu terngiang-ngiang dalam hati dan pikiran “Ah, betapa naif dan egoisnya aku ini tidak mau membantu orang lain!”, pikirku. Aku merasa sangat bersalah ketika harus mengakui pada liburan semester III kemarin aku tak sedikitpun melakukan sosialisasi Paramadina Fellowship 2011. Sementara aku tahu, betapa banyak ratusan pelajar atau lulusan SLTA sekarang yang memiliki potensi besar, otak yang cerdas namun tidak pernah tahu tentang beasiswa ini. Ya, walaupun sekarang zamannya Internet, tetapi alamak, pengguna Internet kita kan tahun 2010 saja hanya mencapai 30 juta jiwa dari kurang lebih 240 juta jiwa dengan tinngkat penetrasi yang hanya mencapai 12,3% (http://internetwoldstats.com), dan lebih-lebih di kampungku itu, aku yakin penetrasinya sedikit sekali.


Sementara tahun lalu, masih berbekas di kepalaku aku sampai naik sepeda sewaan -karena alasan SIM dan kelengkapan administrasi sepeda motor-, sampai mati-matian masuk ke dalam hutan, menyusuri jalan berkerikil dan bolong-bolong hanya untuk menyampaikan, ini lho ada beasiswa dari para dermawan-dermawan Indonesia yang peduli akan masa depan bangsa.


Pada liburan yang hanya tiga hari itu, aku memutuskan untuk memberikan informasi emas ini hanya pada sekolah yang memiliki probabilitas terbesar, sekolah yang memiliki reputasi baik dan terbukti tahun kemarin mampu lolos ke tingkat wawancara. Dari sekitar sepuluhan sekolah itu (aku lupa pastinya berapa), hanya ada satu sekolah yang mampu lolos dan menurutku sangat potensial, yaitu SMA Terpadu Riyadlul 'Ulum Wada'wah, atau yang lebih dikenal dengan SMA Condong Tasikmalaya. SMA ini merupakan SMA yang bagus yang memasukkan kurikulum gabungan dengan suasana kampus yang kental sekali dengan aroma pesantren. Walaupun pesantren, tetapi sudah mampu tampil modern, terlihat dari “pencontekannya” terhadap Pesantren Gontor.


Dengan 'azzam yang mantap, aku pinjam sepeda Spin kakakku. Walaupun ragu, karena baru pertama ini aku memakai sepeda motor matic. Tak apalah, sembari belajar. Perjalanan hanya memakan waktu setengah jam untuk bisa sampai ke SMA Condong ini. Agak kikuk juga, karena harus membiasakan diri memakai dua rem. Yah, di tengah jalan di daerah Saripin perjalananku terhambat karena adanya arak-arakan “samenan” (acara naik kelas tahunan), membuat molor. Alhamdulillah sampai juga di tujuan.


Kedatanganku disambut hangat oleh Dinan, siswa kelas 6 yang tertarik untuk menjajal Paramadina Fellowship ini. Duh, senangnya saat bisa menginjakkan kaki di tanah pesantren yang mengingatkanku kembali dengan kehidupan boarding school-ku semasa SMA dulu yang setengah pesantren setengah militer. Yasud, aku diajak untuk naik ke kelas IPA di lantai 2. Hmmm, kuhirup kerifan pesantren sangat lekat: baju koko, asrama dan muhadatsah! Hoho, damai sekali sepertinya.


Saat masuk, kulihat hijab di kelas. Ya, memang kelasnya difragmentasikan untuk akhwat dan ikhwan. Tapi saat itu tidak seperti tahun kemarin ketika aku sosialisasi di sekolah tersebut, tidak ada Ustadz yang menemani. So, cukup beralasan kalau ada seorang siswa yang membuka hijab tersebut, nakal juga!


Interaksi

Dengan ditemani minuman teh botol Sosro di depan mata, pembeberan tentang Paramadina Fellowship ini berjalan sangat menarik. Audiens yang semuanya kelas 6 (kelas 12 SLTA, mereka nyantri dari “kelas 1 SMP” sampai “kelas 6 SMA”) terlihat sangat antusias Beberapa pertanyaan muncul dari audiens. Namun sayangnya, tak ada satupun pertanyaan jitu dari pihak putri. Ketika aku nyeletuk pake Basa Sunda, hanya sepenggal pertanyaan ini yang terlontar dari siswi:


Eh, Aa urang mana nya?”

Artinya : “Eh, Kakak orang mana ya?”


Padahal aku sangat menginginkan sekali berita ini tersampaikan sepenuhnya, tak ada yang terpenggal satu pun demi mendukung dan membekali mereka nanti tatkala proses seleksi berlangsung. Entah kenapa dan mengapa bagaimana kumaha, sepertinya para putri itu memendam pertanyaan di hati yang tak lekas dilidahkan. Terbukti, setelah presentasi selesai dan aku sudah meninggalkan kelas, ada satu orang yang menghubungiku untuk menanyakan sesuatu tentang Parmadina Fellowship ini, dasar! Mengapa gak dari tadi gitu. Tapi tak apa-apalah, lillah aku bersedia.


Satu hal yang menggelitik, selain terhadap Paramadina Fellowship tersebut, ternyata mereka ingin sekali mengetahui bagaimana menjadi seorang mahasiswa itu. Maksudku, sistem belajarnya seperti apa, penilaiannya, suasana kampusnya. Mungkin sama juga seperti aku dahulu yang sangat ingin mengecap bangku perguruan tinggi. Maklum, menurut pengakuan mereka, para alumni yang kuliah ke luar jarang sekali melakukan sharing tentang dunia perkuliahan.


Serasa melepaskan tas berat di punggung. Aku sangat senang sekali setelah presentasi itu selesai. Besar harapanku, walaupun satu orang saja, ada yang bisa lolos tembus hingga menjadi mahasiswa fellow 2011. Itu merupakan sumbangsih yang bernilai sangat besar bagiku. Serasa ikut serta mengukir masa depan mereka, masa depan anak-anak muda. Aku juga tak lupa berpesan pada mereka untuk menyampaikan informasi ini kepada lulusan SLTA sederajat yang usianya masih memungkinkan untuk mencoba beasiswa ini. Beasiswa yang mengantarkan aku menjadi aku yang sekarang. Hmmm, kumohon pada-Mu Ya Rabb, kabulkanlah.


Kepulanganku ke rumah terhenti akibat hujan deras yang mengguyur selama hampir tiga jam. Dari Dzuhur sampai Ashar aku menunggu di masjid sekolah. Ya, sedikit obrolan ringan dengan Dinan mengenai belajar Bahasa Arab, penggunaan ponsel yang dilarang, dan Paramadina tentunya. Aku banyak menceritakan bagaimana kehidupan asramaku yang ternyata tak jauh berbeda dengan mereka. Jadi rindu rasanya.


Mata langit pun kering sudah, aku bergegas pulang. Kali ini aku mengambil jalur lain yang lebih curam dan terjal jalannya. Agak takut juga, was-was kalau sepeda motor “ompong” ini tak mampu menanjak sementara langit kembali menggerimis. Fiuh!


Di daerah kampung Depok, hujan kembali turun deras. “Yah, bajuku harus dibawa basah tentunya”, pikirku. Tiba-tiba di belokan ada beberapa ayam yang melintas. Sontak aku menarik rem kanan karena kebiasaan sepeda motor bergigi. Lantaran hujan, berkerikil dan dadakan, aku pun terjatuh ke pinggir jalan. Sepeda motor pun aku lepaskan. Perih tentunya karena beberapa kerikil menghujam tanganku. Darah keluar, keperihanku diamini oleh air hujan. Ckckck musibah, musibah. Spion sepeda motor pun jadi korban.


Ah, kembali ke Ibukota membawa sedikit luka fisik di tangan dan pakaian basah. Tapi tak apalah, daripada aku harus menahan luka bersalah tidak memberitakan kabar baik ini kepada orang yang tepat. Mudah-mudahan sekali tahun ini Paramadina Fellowship akan lebih kompetitif lagi sehingga dihasilkan mahasiswa fellow yang lebih berakhlak, potensial dan mampu menjadi agent of change bangsa ini. Nah, demikian pembaca yang budiman semoga kita bisa mengambil banyak hikmah dari ceritaku ini.


Wallahu A'lam Bishshowab

13 January 2011

Menambahkan Fitur BlankOn Ombilin ke Ubuntu Lucid

Alkisah, BlankOn telah berpisah dari Ubuntu, Yap, sejak kelahiran BlankOn, para pengembang linux rasa Indonesia tersebut sudah berkomitmen untuk membangun kemandirian dengan membuat repositori lumbung paket sendiri. Konsekuensinya, pengguna Ubuntu Lucid ke atas tidak dapat lagi dengan mudah pindah ke BlankOn begitu saja. Namun, tenang saja, banyak jalan menuju Linux, hehe. Apabila kamu mau mmenambahkan fitur-fitur dan tema-tema yang ada dii Ombilin ke Lucid, tinggal baca aja keseluruhan artikel ini, jangan lupa tinggalkan baju komentarnya.

Oh, yap, sebelum masuk ke pembicaraan alangkah baiknya kita sebutin dulu fitur-fitur dan aplikasi-aplikasi yang dipunyai Ombilin
  1. Ombilin Contextual Desktop atau Sajadah Contextual Desktop
    Merupakan fitur yang memungkinkan wallpaper kita berubah-ubah sesuai dengan waktu. Apabila kamu terhubung ke Internet, wallpaper juga akan berubah sesuai dengan cuaca yang ada.
  2. Stardict
    Kamus multibahasa yang sangat perkasa untuk berbagai bahasa, asal ada basis datanya, bahasa apapun akan bisa ditangani oleh kamus yang satu ini. Pada Ombilin sudah ada paket basis data KBBI, Thesaurus Bahasa Indonesia, Indo-English, Englidh-Indo, Indo-Sunda, Sunda-Indo. Oh, ya ternyata stardict ini juga memuat manual dari perintah-perintah di command line, coba aja ketikkan misalnya "sudo" (tanpa tanda pertik")
  3. gkamus
    Aplikasi ini juga sama-sama kamus, cuman dengan bawaan yang lebih ringan.
  4. SCIM Bahasa Daerah
    Dengan fitur ini kamu bisa menulis dengan huruf-huruf bahasa daerah. Sampai berita ini ditulis (kayak wartawan aja), Yang didukung oleh SCIM pada Ombilin adalah Sunda, Batak, Bali dan Bugis, untuk suku-suku yang lain, mohon bersabar, semoga tidak buru-buru diklaim oleh bangsa lain, hehe.
  5. DNS Nawala
    Ini penting buat para orang tua yang peduli dengan asa depan putr-putrinya yang tidak ingin terjebak keburukan dunia maya, DNS Nawala hadir untuk menyaring konten-konten pornografi. Sejak versi 6.1, Ombilin sudah siap sedia menjaga anak Anda
  6. Plymouth Ombillin dan Sajadah
    Oh, ya jika kamu ngerasa bosen dengan plymouth Ubuntu yang ungu itu, bisa juga coba mencicipi plymouth buatan tim BlankOn, plymouth standar BlankOn dan Sajadah (edisi Islami BlankOn)
  7. Aplikasi Islami lokal
    Pada dasarnya, sama dengan aplikasi Islami yang ditawarkan sistem operasi Sabily, namun kehadiran paket Sajadah membuat kita mengunduhny alebih cepet. Iya lah lokal, oh ya, yang jangan sampai terlewatkan adalah HadisWeb yang hanya tersedia di Sajadah dan Terjemahan Zekr Al Quran Study Tool versi Depag dengan recitationnya (murottal luring)
Jika Anda tertarik langsung saja ke menu System->Administration->Software Source, kemudian tambahkan repositori BlankOn Ombilin (pilih salah satu):
Server Utama
deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon ombilin main restricted
deb http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon ombilin-updates main restricted
deb http://security.blankonlinux.or.id/blankon ombilin-security main restricted
deb-src http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon ombilin main restricted
deb-src http://arsip.blankonlinux.or.id/blankon ombilin-updates main restricted
deb-src http://security.blankonlinux.or.id/blankon ombilin-security main restricted

Universitas Indonesia
deb http://kambing.ui.edu/blankon ombilin main restricted
deb http://kambing.ui.edu/blankon ombilin-updates main restricted
deb http://kambing.ui.edu/blankon ombilin-security main restricted
deb-src http://kambing.ui.edu/blankon ombilin main restricted
deb-src http://kambing.ui.edu/blankon ombilin-updates main restricted
deb-src http://kambing.ui.edu/blankon ombilin-security main restricted
FOSS-ID
deb http://dl2.foss-id.web.id/blankon ombilin main restricted
deb http://dl2.foss-id.web.id/blankon ombilin-updates main restricted
deb http://dl2.foss-id.web.id/blankon ombilin-security main restricted
deb-src http://dl2.foss-id.web.id/blankon ombilin main restricted
deb-src http://dl2.foss-id.web.id/blankon ombilin-updates main restricted
deb-src http://dl2.foss-id.web.id/blankon ombilin-security main restricted
Universitas Muhammadiyah Surakarta
deb http://mugos.ums.ac.id/blankon/ ombilin main restricted extras extras-restricted
deb http://mugos.ums.ac.id/blankon/ ombilin-updates main restricted extras extras-restricted
deb http://mugos.ums.ac.id/blankon/ ombilin-security main restricted extras extras-restricted
deb-src http://mugos.ums.ac.id/blankon/ ombilin main restricted extras extras-restricted
deb-src http://mugos.ums.ac.id/blankon/ ombilin-updates main restricted extras extras-restricted
deb-src http://mugos.ums.ac.id/blankon/ ombilin-security main restricted extras extras-restricted
Universitas Gajah Mada
deb http://repo.ugm.ac.id/blankon/ ombilin main restricted extras extras-restricted
deb http://repo.ugm.ac.id/blankon/ ombilin-updates main restricted extras extras-restricted
deb http://repo.ugm.ac.id/blankon/ ombilin-security main restricted extras extras-restricted
deb-src http://repo.ugm.ac.id/blankon/ ombilin main restricted extras extras-restricted
deb-src http://repo.ugm.ac.id/blankon/ ombilin-updates main restricted extras extras-restricted
deb-src http://repo.ugm.ac.id/blankon/ ombilin-security main restricted extras extras-restricted
Setelah itu klik Reload atau ditutup kemudian lewat terminal: sudo apt-get update

Jika udah masuk ke menu System-Administration->Synaptic Package Manager kemudian cari tuh paket-paket yang berhubungan dengan fitur-fitur di atas, misalnya dalam kotak pencarian ketikkan “stardict” (tanpa tanda kutip”.
PERINGATAN!
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada sistem, pastikan kamu hanya memasang paket yang dibutuhkan SAJA, karena Ombilin sudah berpisah dengan Ubuntu, sering terjadi kesalahan apabila kita mengupgrade paket yang bukan paket yang saya sebutkan di atas (Aplikasi-aplikasi yang bukan termasuk sistem). Lebih aman, apabila kamu sudah mendapatkan aplikasi yang diinginkan, segera nonaktifkan/hapus sumber dari BlankOn tersebut.

04 November 2010

Penyempitan Internet

Dewasa ini Internet bukanlah hal hal yang aneh. Internet telah mampu membolak-balikan, gonjang-ganjing dunia. Bak manusia, bumi tempat kita berada sedang merasa cemburu dan merasa harga diri diinjak-injak oleh kerakusan manusia. Penghancuran hutan, penggundulan lahan, pencemaran, semuanya berlangsung tak tertahankan. Sementara di sisi lain, bumi cemburu karena tersaingi oleh dunia lain: maya.


Dunia maya/cyber yang tercipta secara tidak langsung berkat kehadiran Internet sedikit demi sedikit memenetrasi diri. Walaupun faktanya, sebagiann besar ada di kota besar terutama Jakarta, Internet sudah menjamur. Apalagi kalau kita sudah punya mobile gadget yang mampu mendukung wi-fi, terutama bagi hotspot hunter seperti aku (padahal di kampus Paramadina mulu), Internet menjadi hal yang sangat murah (bahkan gratis!).

Lantas, apa yang mau dibicarakan? Sudahlah, banyak sekali di Internet yang membahas dari berbagai sisi, Internet dan dampaknya, bahaya Internet, sampai muncul di Indonesia sendiri Internet Sehat. Orang tua zaman sekarang harus siap-siap membuat strategi agar Internet bukan menjadi musuh, melainkan kawan baik yang bisa diajak berdialog (kan kayak manusia ;P). Tak ada kata terlambat untuk belajar. Terus, belaajar dari mana? Ya dari Internet juga salah duanya (salah satunya bisa buku atau teman).

Yo wis, aku sebenernya bukan masalah menyorot Internet sehat. Terus apa? Sabar, sabar......

Kalau kita sering mendengar bahkan bangga apabila data-data statistik menyebutkan pengguna Internet Indonesia termasuk besar. Menurut situs http://www.internetworldstats.com pengguna Internet di Indonesia menduduki peringkat ke 5 di Asia dengan total sekitar 33 juta pengguna dengan penetrasi sekitar 12.3 %. Kita harus berpikir beberapa kali. Besarnya itu kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang 230 juta, berarti masih kalah. Nah, sudah mah kalah, ada hal yang perlu kita amati secara jeli.
Ini adalah data alexa urutan website 10 besar di Indonesia.
  1. facebook.com
  2. google.co.id
  3. google.com
  4. yahoo.com
  5. blogspot.com
  6. kaskus.us
  7. youtube.com
  8. wordpress.com
  9. detik.com
  10. 4shared.com
Nah, perhatikan baris pertama: FACEBOOK, social networking besutan Mark Zuckerberg ini menjadi sebuah fenomena, lahan bisnis dan uang yang banyak tentunya bagi sang empunya. Tapi, hal yang ironis adalah dengan fakta seperti itu, telah mewariskan sisi negatif lain.

Bukan berarti aku bukan jama'ah Tarekat Fesbuqiyah, tetapi kehadiran facebook seakan menyempitkan Internet dalam artis sesungguhnya. Anak muda sekarang rela duduk berjam-jam untuk mengakses si biru ini. Pasti dong kita sering mendengar istilah online? Walaupun secara harafiahnya online (daring) berarti keadaan yang terhubung, baik itu melalui jaringan Ethernet, Wireless, Intranet ataupun Internet, terminologi online semakin menyempit menjadi keadaan seseorang yang sedang login di facebook.

Alamak, kalau facebook terus menerus, dan hanya kerjaan gak jelas di “mukabuku”, manfaat apa yang mau diambil dari Internet?

Sudah saatnya kita membangunn kesadarann berfacebook yang produktif kawan.

18 October 2010

Mengubah Tampilan Tema GDM di Ubuntu 10.04

GDM(Gnome Display Manager), yang merupakan prompt login bawaan di Ubuntu (dan beberapa distro), ternyata bisa kita ubah temanya sesuai dengan tema GTK, icon dan cursor yang telah kita install sebelumnya.

Di samping ini merupakan skrinshut GDM yang telah saya ubah temanya menjadi step-into-freedom (Tema Bisigi).

Langsung saja kamu berangkat ke terminal terdekat


Ubah Tema Icon

sudo -u gdm gconftool-2 --set /desktop/gnome/interface/icon_theme --type string "nama_tema_icon"


Ubah Tema GTK

sudo -u gdm gconftool-2 --set /desktop/gnome/interface/gtk_theme --type string "nama_tema_gtk"


Ubah Tema Metacity

sudo -u gdm gconftool-2 --set /apps/metacity/general/theme --type string "nama_tema_metacity"


Ubah Tema Cursor

sudo -u gdm gconftool-2 --set /desktop/gnome/peripherals/mouse/cursor_size --type int 28

sudo -u gdm gconftool-2 --set /desktop/gnome/peripherals/mouse/cursor_theme --type string "nama_cursor"


Ubah Tema Logo

sudo -u gdm gconftool-2 --set /apps/gdm/simple-greeter/logo_icon_name --type string "nama_logo"


Hapus Logo Sebelumnya

sudo rm -rf /usr/share/icons/LoginIcons/icon-theme.cache


Ubah Gambar Latar GDM

sudo -u gdm gconftool-2 --set /desktop/gnome/background/picture_filename --type string "/usr/share/backgrounds/wallpaper_pilihan.jpg"


Untuk mengetahui masing-masing nama tema, cukup lihat di menu Preference (Preferensi)->;Appereance (Penampilan) atau di desktop, klik kanan, Change Desktop Background (Ubah Latar Belakang Desktop) ->;Theme (Tema)->;Customize (Atur)

Menyambung Kabel LAN (Crimping dan Pasang Konnektor RJ45)

Walaupun teknologi nirkabel sudah mampu mengakomodasi banyak sekali kebutuhan jaringan dan mengurangi biaya perusahaan, keberadaan jaringan kabel masih sangat dibutuhkan terutama karena terkait masalah keamanan dan kecepatan. Nah, terkait dengan jaringan kabel kali ini aku mau sedikit berbagi pengetahuan (semangat open source) dengan teman semua mengenai crimping dan pemasangan konektor RJ45 ke kabel UTP.

Tutorial ini semoga bermanfaat mengingat terutama karena konektor RJ45 yang mempunnyai toleransi kesalahan yang kecil. Maksudnya, konektor RJ45 ini hanya sekali pakai, apabila temans melakukan kesalahan dalam proses crimping, maka konektor RJ45 tersebut tidak akan bisa dipakai lagi.

Oh, ya sebelumnya kita harus memerhatikan beberapa alat dan bahan
  1. Kabel UTP
    Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan kabel yang umum digunakan dalam jaringan LAN. Kabel UTP mempunyai 8 pin (4 pasang), yaitu:
    PIN KE-
    WARNA KABEL
    FUNGSI PIN
    1
    HIJAU-PUTIH
    TD+
    2
    HIJAU
    TD-
    3
    JINGGA-PUTIH
    RD+
    4
    BIRU
    NC
    5
    BIRU-PUTIH
    NC
    6
    JINGGA
    RD-
    7
    COKLAT-PUTIH
    NC
    8
    COKLAT
    NC
  2. Konektor RJ45
    Perlu diingat untuk membedakan Konektor RJ45 dengan Konektor RJ11, Konektor RJ45 ini mempunyai delapan pin, sedangkan Konektor RJ11 mempunyai empat pin.
  3. Crimping Tool
    Crimping tool merupakan alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11.
  4. Cable Tester
    Oh ya untuk mengetes hasil kerja kita, gunakan cable tester. Lampu yang hidup sebagai penanda sambungan befungsi dengan baik.
  5. Pemotong/ Cutter
LANGKAH CRIMPING
  1. Kupas kedua ujung kulit luar kabel UTP dengan menggunakan gunting atau cutter. Pastikan tidak ada kabel dalam yang terpotong.
  2. Luruskan kabel-kabel dalam dan urutkan sesuai warnanya. Berikut dua jenis pengurutan:
    a. Straight Through
    Biasanya digunakan untuk menghubungkan PC dengan peralatan IT. PC sebagai DTE (Data Terminal Equipment) dan peralatan IT tersebut sebagai DCE (Data Communication Equipment). Dapat dikatakan, kabel straight through ini digunakan untuk menghubungkan dua jenis perangkat yang berbeda. Untuk melihat bagaimana pengurutan kabel straight through sangat mudah, pastikan kedua sisi (sisi A dan sisi B) memiliki pengaturan kabel dengan warna yang sama.
    b. Crossover
    Biasanya digunakan untuk menghubungkan peralatan sejenis, semisal PC – PC, hub – hub. Jadi untuk menghubungkan antar DCE (Data Terminal Equipment) atau antar DCE (Data Communication Equipment). Bertentangann dengan kabel straight through, pada pengurutan crossover, kedua sisi (sisi A dan sisi B) memiliki pengaturan kabel warna yang berbeda. Harap diingat bahwa yang dibuat crossover hanya salah satu sisi kabel saja.
  1. Setelah lurus potong ujung kabel dengan menggunakan gunting, usahakan pemotongan lurus.
  2. Masukkan (colokkan) kabel tersebut ke Konektor RJ45. Pastikan ujung tembaga kabel yg warna-warninya terlihat. Karena jika tidak maka dapat menyebabkan tidak adanya traffic data dan kabel LAN tidak bisa berfungsi.
  3. Jepit dengan menggunakan crimping tool sampai berbunyi “cekrek”
  4. Untuk gladi resik, kita gunakan cable tester dengan memasukan Konektor RJ45. Pastikan agar semua lampu indikator menyala.
  5. Sambungkan setiap ujung kabel UTP ke Network Interface Card ke masing-masing komputer.
PEER TO PEER
Peer-to-peer (P2P) network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Kabel UTP yang sudah kita crimping tadi akan kita tes untuk jaringan P2P.
  1. Sebelumnya kita harus mengatur alamat IP masing-masing komputer.
    Aku menggunakan sistem operasi Ubuntu Lucid Lynx 10.04, kita gunakan terminal yang terdekat
    Kita harus mengubah berkas berikut:
    /etc/network/interfaces

Awalnya, berkas ini hanya berisi informasi tentang alamat loopback lokal komputer kita:
auto  lo
iface lo inet loopback

  • Katakanlah kamu ingin menentukan IP statis 192.168.1.2 untuk koneksi jaringan eth0 kamu (adaptor Ethernet pertama di sistem kamu, jika kamu hanya memiliki satu, maka itu adalah eth0), dengan subnet mask 255.255.255.0 dan local gateway 192.168.1.1.
  • Buat salinan cadangan dari berkas interface
  • sudo  cp /etc/network/interfaces

    Perintah ini akan membuat salinan cadangan di direktori home kamu jika sesuatu berjalan tidak beres selama proses pengubahan.
    Selanjutnya, jalankan editor teks:

    sudo  gedit /etc/network/interfaces
  • Tambahkan baris ini
    iface  eth0 inet static
    address 192.168.1.2
    netmask 255.255.252.0
    gateway 192.168.1.1

  • Simpan hasilnya, kemudian restart komputer
  • Apabila tidak mau merestart, ketik
    sudo  ifup eth0
  • Lihat hasilnya dengan
    ifconfig

  • Sumber:

    12 October 2010

    Defragmentasi di Linux

    Kali ini aku ingin sedikit sharing mengenai sistem berkas di sistem operasi GNU/Linux beserta turunannya. Mungkin bagi temen-temen yang baru mengenal dunia Linux agak bingung mengenai aplikasi apakah yang cocok yang baik digunakan untuk mendefragmentasi harddisk.

    Defragmentasi merupakan proses yang dilakukan untuk merapikan data-data di harddisk. Pada dasarnya sistem penyimpanan NTFS seperti menyimpan baju kita di lemari. Andaikata lemari kita mempunyai empat ruangan, tentunya kita tidak memasukkan langsung semua pakaian ke lemari kita. Pasti ada ruangan kosong di setiap segmen. Nah, defragmentasi itu merupakan proses yang dilakukan untuk merapikan susunan pakaian tersebut.

    Di sistem operasi Jendela, banyak sekali aplikasi yang tersedia untuk mendefragmentasi harddisk, seperti TuneUp utilities, Advanced SystemCare, atau aplikasi-aplikasi lainnya. Trus, kalau di Linux apa?

    Usut-punya usut, sistem berkas ext3 atau ext4 di GNU/Linux tidak memerlukan defragmentasi karena memiliki algoritma sendiri. Jadi, biarkan saja dia apa adanya tanpa harus ribet dengan permasalah defragmentasi.

    07 October 2010

    Perintah Dasar Jaringan di Linux


    Linux merupakan sistem operasi yang paling umum digunakan sebagai server jaringan. Linux memiliki kelebihan dalam realibilitas dan sekuriti. Selain itu, mudah sekali unntuk dikonfigurasikan.


    Kali ini saya ingin berbagi mengenai perintah dasar di Linux. Adapun distro yang saya pakai adalah Ubuntu Lucid Lynx. Pada dasarnya, untuk perintah-perintah dasar seperti yang akan teman-teman lihat tidak terlalu dipengaruhi oleh distron Linux yang kita pakai.


    Sebelum kita mencoba, alangkah baiknnya dulu kita menngecek apakah perangkat jaringannya sudah berfungsi dengan baik, kita periksa dengann perintah dmesg. Perintah ini akan mengeluarkan output kernel ring buffer. dmesg ini menampilkan perangkat-perangkat keras yang sesuai.
    Apabila kita menginginkan untuk melihat ethernet card yang kita punya, tentunya perintah dmesg tidak akan membantu kita menemukannya dengan tepat karena output yang dihasilkan banyak sekali dan kita harus memeriksanya baris-per baris. Nah, untuk itu diperlukan perintah grep untuk menyaring apa yang kita cari.





    derizal@Laptop-Kuring:~$ dmesg | grep eth
    [ 1.160386] eth0: Tigon3 [partno(BCM95906) rev c002] (PCI Express) MAC address 00:26:22:0d:92:6f
    [ 1.160390] eth0: attached PHY is 5906 (10/100Base-TX Ethernet) (WireSpeed[0])
    [ 1.160393] eth0: RXcsums[1] LinkChgREG[0] MIirq[0] ASF[0] TSOcap[0]
    [ 1.160395] eth0: dma_rwctrl[76180000] dma_mask[64-bit]
    [ 21.956742] ADDRCONF(NETDEV_UP): eth0: link is not ready




    1. Mengecek IP Address dari komputer kita sendiri (host). Perintah ifconfig ini memeriksa apakah di layer jaringan (layer 3) sudah beres ataukah belum.





    derizal@Laptop-Kuring:~$ ifconfig
    eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:26:22:0d:92:6f
    UP BROADCAST MULTICAST MTU:1500 Metric:1
    RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
    TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
    collisions:0 txqueuelen:1000
    RX bytes:0 (0.0 B) TX bytes:0 (0.0 B)
    Interrupt:17

    lo Link encap:Local Loopback
    inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
    inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
    UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
    RX packets:30 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
    TX packets:30 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
    collisions:0 txqueuelen:0
    RX bytes:2240 (2.2 KB) TX bytes:2240 (2.2 KB)

    wlan0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:1e:65:5b:c1:80
    inet addr:172.124.102.161 Bcast:172.124.103.255 Mask:255.255.252.0
    inet6 addr: fe80::21e:65ff:fe5b:c180/64 Scope:Link
    UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
    RX packets:3793 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
    TX packets:1366 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
    collisions:0 txqueuelen:1000
    RX bytes:2223497 (2.2 MB) TX bytes:135813 (135.8 KB) TX bytes:135813 (135.8 KB)




    Karena komputer memakai Wireless, hanya terlihat IP address wlan0, yaitu 172.124.102.161. IP ini didapatkan dari DHCP server lokal.


    2. Memeriksa Table Routing





    derizal@Laptop-Kuring:~$ route
    Kernel IP routing table
    Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
    172.124.100.0 * 255.255.252.0 U 2 0 0 wlan0
    link-local * 255.255.0.0 U 1000 0 0 wlan0
    default hotspot.paramad 0.0.0.0 UG 0 0 0 wlan0



    3. Mengecek koneksi digunakan protokol ICMP dengan perintah ping atau traceroute





    derizal@Laptop-Kuring:~$ ping parmagz.paramadina.ac.id
    PING parmagz.paramadina.ac.id (117.102.101.88) 56(84) bytes of data.
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=1 ttl=63 time=3.17 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=2 ttl=63 time=0.995 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=3 ttl=63 time=1.85 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=4 ttl=63 time=1.49 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=5 ttl=63 time=1.05 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=6 ttl=63 time=1.12 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=7 ttl=63 time=1.01 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=8 ttl=63 time=1.00 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=9 ttl=63 time=1.05 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=10 ttl=63 time=0.987 ms
    //dst
    --- parmagz.paramadina.ac.id ping statistics ---
    39 packets transmitted, 39 received, 0% packet loss, time 38060ms
    rtt min/avg/max/mdev = 0.923/1.363/8.017/1.161 ms




    derizal@Laptop-Kuring:~$ traceroute parmagz.paramadina.ac.id
    traceroute to parmagz.paramadina.ac.id (192.168.30.14), 30 hops max, 60 byte packets
    1 hotspot.paramadina.ac.id (172.124.100.1) 1.857 ms 2.945 ms 3.020 ms
    2 hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88) 3.454 ms 3.732 ms 3.750 ms

    //ternyata untuk sampai pada domain parmagz.paramadina.ac.id komputer harus melewati hotspot.paramadina.ac.id, kemudian
    //ke hosting.paramadina.ac.id
    //Contoh di atas unntuk domain local, sekarang kita coba domain luar

    derizal@Laptop-Kuring:~$ traceroute koprol.com
    traceroute to koprol.com (124.108.78.118), 30 hops max, 60 byte packets
    1 hotspot.paramadina.ac.id (172.124.100.1) 1.836 ms 4.222 ms 4.317 ms
    2 * * *
    3 * * *
    4 * * *
    5 * id-jkt-mid-igw-3.biznetnetworks.com (202.169.34.90) 10.946 ms 11.331 ms
    6 sg-sin1-equ.biznetnetworks.com (202.169.34.252) 24.240 ms 15.866 ms 15.852 ms
    7 p24018.sgw.equinix.com (202.79.197.3) 16.420 ms 16.919 ms 17.041 ms
    8 xe-0-0-0.msr1.sg1.yahoo.com (203.84.211.2) 15.274 ms xe-0-0-0.msr2.sg1.yahoo.com (203.84.211.6) 15.212 ms 17.074 ms
    9 gi-3-1.bas-d1.sg1.yahoo.com (124.108.112.18) 16.681 ms gi-3-2.bas-d2.sg1.yahoo.com (124.108.112.30) 16.282 ms 16.356 ms



    Gabungan antara ping dan traceroute adalah mtr. mtr merupakan tools untuk mendiagnosa jaringan.





    derizal@Laptop-Kuring:~$ mtr
    My Traceroute [v. 0.75]
    Laptop-Kuring (0.0.0.0)
    Keys : Help Display Mode Restart sattistics Order of Fields quit
    Packets Pings
    Host Loss% Snt Last Avg Best Wrst StDev
    1.hotspot.paramadina.ac.id 0.0% 34 0.9 7.4 0.9 89.7 20.0
    1.117.102.101.88 0.0% 33 1.0 2.4 0.9 21.6 3.5



    4. Melihat Mac Address yang baru saja mengontak host kita.




    derizal@Laptop-Kuring:~$ arp
    Address HWtype HWaddress Flags Mask Iface
    hotspot.paramadina.ac.i ether 00:0c:42:43:5b:cd C wlan0
    172.124.100.96 ether 00:0c:42:43:5b:cd C wlan0
    172.124.100.135 ether 00:0c:42:43:5b:cd C wlan0
    user-b0e54d4878.local ether 00:0c:42:43:5b:cd C wlan0
    user-b0e54d4878.local ether 00:0c:42:43:5b:cd C wlan0



    5. Melihat IP Address dari suatu domain.





    derizal@Laptop-Kuring:~$ nslookup mail.paramadina.ac.id
    Server: 172.124.100.1
    Address: 172.124.100.1#53

    Non-authoritative answer:
    Name: mail.paramadina.ac.id
    Address: 192.168.30.10


    Demikian sedikit share tentang jaringan. Kapan-kapan kita ketemu lagi. Semoga bermanfa'at.

    17 August 2010

    Pernik Ramadlan dan Kemerdekaan

    Jam di dinding asrama fellowship 2009 sudah menunjukan pukul 17:30, hmmm... saatnya persiapan ta'jil. Sementara yang laen pada beli lauk, aku malah geyot-geyot pakai koko. Al-Munawar menjadi tujuan. He...khan ada buka bersama di masjid tersebut.

    Ini adalah kali kedua aku merasakan bulan suci di kota metropolis. Tidak semetropolis yang kalian duga. Hamdan lillah aku berkediaman di daerah habib, Pancoran, dan tentunya tidak ada 'Jakarta Undercover' seperti itu. Tidak seperti di rumah, terdapat atmosfer berbeda ketika aku menghabiskan Ramadlan di Jakarta. Kalau di rumah, ada Ibu yang selalu sigap membangunkanku saat sahur, ada Kuliah Shubuh, tarowih yang selalu cepat, dan.. petualangan mencari harta karun (maksudnya ngumpulin makanan buat ta'jil. Itu sih dulu waktu kecil yang mana selalu rakus sembari gak kemakan semua, dasar rakus!). Di Jakarta ini yang pasti aku sering (bahkan selalu) ta'jil di masjid. Banyak sekali hikmah yang dapat diambil. Pertama, menghemat uang (dasar), lalu aku bisa lebih menjaga perut karena ta'jil di masjid dengan seloyang makanan untuk enam orang mempunyai kuantitas nasi yang tidak mengenyangkan. Daripada harus ta'jil ambisi, terus tepar deh gak tarowih.

    Menyinggung tarawih (yang 23 rakaat, terserah mau yang mana, baik yang 11 maupun yang 23 sama-sama baiknya, tidak ada yang salah), akhir-akhir ini aku lebih kerasan dengan tarowih di Jakarta. Kecepatan rata-rata (kayak fisika aja) pas, ya sekitar sejam lah, teringat dengan tarowih di Masjid selatan di kampungku itu, busyet, gak bisa bernapas pokonye aye, 15 menit berez! Ckckck.....

    Oh, ya ada hal lain yang istimewa di bulan Ramadlan tahun ini. Tahun ini bertepatan dengan hari kemerdekaan yang ke-65 RI. Inget yah, bukan "kemerdekaan RI yang ke-65". Itu artinya, Republik Indonesia itu ada banyak sampai ada 65!. Eh, ternyata Mbah Google juga merayakan, dan salah lagi kalimat itunya ketika cursor dihover: :"Dirgahayu Indonesia - Menyambut HUT RI ke-65"
    Ayo, Mbah Google yang sudah banyak makan asam garam, harusnya koreksi yah, tahun depan.

    Apa istimewanya?? Coba deh temans rollingback 65 tahun yang lalu saat founding father kita memproklamasikan bangsa Indonesia. Usul punya usul, ternyata itu juga di bulan suci Ramadlan lho! Istimewa kan, lebih-lebih tanggalnya 27 Ramadlan, yang, katanya (Wallohu A'lam) probabilitas lailatul qodr paling tinggi. Hebat yah bangsa Indonesia. Itu berarti di usia kakek-kakek ini Ramadlan kembali mengingatkan bangsa Indonesia untuk tidak lalai dengan kemajuan zaman mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, yaitu negara yang adil dan makmur.

    Akhir kata semoga seluruh amaliyah ibadah kita di bulan suci Ramdlan ini dan sebelumnya diterima oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan semoga negeri kita tercinta bisa bangkit dari keterpurukan. MERDEKA!




    30 July 2010

    Pengumuman Paramadina Fellowship 2010

    Alhamdulillah, kaderisasi telah berjalan lancar. Aku sekarang punya adik baru nih. Selamat ya buat semuanya. Semoga menjadi jalan yang benar dan tepat..

    Eh, ingat ya... Kuliah di perguruan tinggi hanyalah suatu jalan, masih banyak jalan yang bisa membawa teman sekalian kepada kesuksesan. Jadi, jangan bersedih hati ya ynag tidak lolos, Alloh punya rencana lain yang lebih indah. Keep spirit, berikut kutipannya (copast)

    Universitas Paramadina mengucapkan selamat kepada para penerima Paramadina Fellowship 2010.

    Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh pendaftar yang telah mengikuti proses seleksi Tahap ke II, yaitu Tahap Wawancara dengan Tim Panel Paramadina Fellowship 2010. Ada kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi kami, telah memiliki kesempatan untuk berkenalan dan menyaksikan kompetensi seluruh pendaftar dalam proses wawancara tersebut. Kami berharap, keputusan mengenai Paramadina Fellowship 2010, tidak akan mempengaruhi ataupun menghambat motivasi para pendaftar untuk terus berusaha meraih kesuksesan. Kami yakin dengan prestasi yang telah Anda hasilkan bertahun-tahun, peluang untuk sukses akan lebih besar dan doa kami untuk kesuksesan Anda.

    • Proses seleksi Paramadina Fellowship 2010 yang dilakukan oleh Tim Panel, dengan mempertimbangkan prestasi akademis dan non-akademis.
    • Hasil keputusan Tim Panel Paramadina Fellowship 2010 tidak dapat diganggu gugat.
    • Penerima Paramadina Fellowship 2010 tidak diperkenankan terdaftar di Universitas lain, selama berstatus sebagai penerima Paramadina Fellowship 2010.
    • Universitas Paramadina dan Tim Panel Paramadina Fellowship 2010 tidak melakukan pemungutan biaya sedikitpun dalam proses seleksi ini.

    Berikut nama-nama yang berhasil memperoleh Paramadina Fellowship 2010 [klik disini].

    Bagi anda yang berhasil memperoleh Paramadina Fellowship 2010 diharapkan untuk melakukan: I Konfirmasi kesediaan penerimaan Paramadina Fellowship 2010

    • Mengisi dengan lengkap formulir kesediaan sebagai Penerima PF 2010 [formulir dapat didownload disini].
    • Formulir kesediaan yang telah dilengkapi, fax ke Sdri. Muna Pratiwi, di 021 799 3375 atau ke 021 799 0963, dan dikirim melalui e-mail ke muna.pratiwi@paramadina.ac.id
    • Kami tunggu konfirmasi kesediaan tersebut selambat-lambatnya, Jum’at, 13 Agustus 2010, pukul 16.00 WIB.

    II Seluruh peserta PF 2010 baik yang berasal dari Jabodetabek maupun luar Jabodetabek:

    • Sudah berada di Jakarta [Universitas Paramadina] dan langsung menempati asrama pada tanggal Kamis 16 September 2010 pukul 09.00 – 15.00 Wib
    • Bagi Anda yang berasal dari pulau Jawa, Universitas Paramadina akan mengganti biaya perjalanan darat (bus dan kereta api kelas ekonomi), sedangkan Anda yang berasal dari luar pulau Jawa, Universitas Paramadina akan mengganti biaya perjalanan udara dan kapal laut, kelas ekonomi. Penggantian biaya perjalanan akan dilaksanakan setelah penerima PF 2010 sampai di Jakarta dengan menunjukkan bukti tiket pesawat, kereta, bus dan kapal laut yang telah digunakan (paling lambat tiga minggu dari jadwal kedatangan di Universitas Paramadina).
    • Konfirmasi kedatangan setiap peserta akan dikoordinir langsung oleh saudari Muna [0816 957 253], saudaraWirawan [0856 4797 1568] dan saudara Didit [0815 1346 4737]. Atau ke 021 79181188 Ext. 232; Ext. 235dari pukul 08.30 – 16.30 WIB.
    • Selama 2 [dua] tahun pertama masa kuliah di Universitas Paramadina, para mahasiswa peraih Paramadina Fellowship 2010 diharuskan untuk tinggal di asrama yang telah disediakan oleh Universitas Paramadina.

    Khusus bagi Penerima PF 2010, yang menempati posisi cadangan, konfirmasi final menunggu konfirmasi dari para donor. Tim Panel PF 2010 akan segera menghubungi Anda, untuk mengumumkan hasil tersebut pada Jumat, 20 Agustus 2010.

    Kami ucapkan selamat kepada mereka yang berhasil memperoleh kesempatan meraih PF 2010.

    Salam,

    Tim Panel Paramadina Fellowship 2010

    19 July 2010

    Mematikan Komputer Otomatis di Ubuntu

    Mungkin bagi Anda pengguna Ubuntu yang suka memakai laptopnya hingga ketiduran (ama siapa yah...?), kali ini aku mau bagi-bagi info perangkat lunak untuk mengatur waktu mati, restart, atau logout komputer. Kalau di OS Jendela kita mengenal Gadget AutoShutdown, Ubuntu (dan anak cucunya) juga punya GShutdown. Udah deh, langsung aja sedot dari terminal terdekat.

    #apt-get install gshutdown

    berikut skriinsyutnya

    Semoga bermanfa'at
    UPDATE: Ternyata aplikasi GShutdown hanya bisa membuat komputer Log Out. Pantesan aja aku tidur baterainya malah habis, hehe...

    18 July 2010

    Jamu Gendong : Tradisional, Pahit dan Perkasa

    "Ddua ribbu", logat Jawanya begitu kentara pada penjaja jamu itu. Hmmm, pagi yang indah untuk minum "herbal" orang Indonesia. Di balik rasanya yang pahit, bisyari'ati terkandung manfaat yang begitu besar. Prasasti Madhawapura dari zaman Majapahit menyebutkan sudah adanya Acaraki, yaitu profesi 'tukang meracik jamu'. Bagiku, ini merupakan salah satu heritage yang mesti diabadikan secara juridistik akan warisan leluhur ini. Jangan sampai terulang lagi segala pencurian warisan budaya kita oleh bangsa lain.

    Kembali ke cerita. Sang penjaja menawarkan "Pake pait gak". "Iya", lek, jamu pun lewat tenggorokan dan tak pelak pahit pun menjalar. Namun, aku sangat nyaman dan menikmati sekali kepahitan jamu tersebut.

    Ada fenomena yang menarik yang bisa kita lihat dari penjaja jamu ini. Dari dulu hingga sekarang puing-puing ketradisionalan dalm bentuk personifikasi mungkin salah satunya pada penjaja. Entah kenapa dan bagaimana awalnya para penjaja itu menjadi "air tawar" di dalam "air laut". Mengapa? Seperti yang sudah kita ketahui sendiri ciri budaya itu memiliki manusia yang memakai nilai, norma, dan cara yang sama dengan beberapa pengusungnya. Hal ini berbeda sekali ketika berhadapan dengan para tukang jamu. Para penjaja ini bersikeras menggunakan pakaian tradisional sepanjang hari, dan mengapa harus perempuan yang masih bertahan? Aneh juga.

    Aku juga sering membayangkan, betapa beratnya botol-botol yang harus dipikul dalam jarak berkilo-kilo meter yang menurutku sepertinya uang hasil jamunya pun tidak seberapa. Inilah salah satu contoh selain melahirkan sebagai bentuk keperkasaan seorang perempuan.

    Walaupun pahit, seperti yang telah aku singgung, jamu memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan, katanya. Seperti hidup ini. Kadang, tidak semua hal yang manis itu mampu membahagiakan kita, kita tahu bahwa yang pahit itu akan berakhir. Seperti jamu, ada minuman penutup yang manis yang dijajakan. Itulah tugas kita, bagaimana menutup semua cobaan, tantangan dan ujian di dunia dengan kemanisan di akhirat kelak. Pastikanlah kita meminum jamu pemanis, agar tidak terlanjur berlarut-larut pada kepahitan dunia yang menipu. Bahkan, kecantikan, kekayaan, dan kepintaran adalah kepahitan hidup jika kita tidak merendahkan diri dan tidak terbiasa ikut membantu meninggikan derajat kemanusiaan.

    10 July 2010

    Mengatasi Kebosanan Rutinitas


    Malam ini getaran inspirasiku kembali muncul setelah membaca blognya Kak Rasyid. Kakak kelas semesterku ini memang jagonya dalam merangkai kata-kata. Ia mampu mengabadikan mutiara kata serta pandai mengutip (mengingat) beberapa golden concept. Aku sebenarnya merasa terhenyak sekali betapa kemalasan untuk berbagi kembali menggelayut dalam hati. Fiuh, akhir-akhir ini memang perhatianku terlalu tertujukan pada Ubuntu. Makanya aku juga minta maaf secara pribadi kepada http://derizal.blogspot.com yang sekian lama terasa kesepian dan merana diisi dengan konten-konten "egoistik".

    Alhamdulillah detik ini aku bisa sampai duduk di Universitas Paramadina di Semester Pendek Pertama, artinya, Semester I ddan II telah aku lalaui dan kemarin-kemarin aku mengikuti PLC (Paramadina Leaders Camp). Ya, semacam mencari lagi keutuhan diri sebagai mahasiswa, maksudnya menyadari entitas kepemimpinan kita. 

    Pada titik tertentu mungkin kita merasa bosan dengan rutinitas keseharian yang ada. Setelah melalui bebrapa contoh eksperimental, mungkin beberapa nih aku mau share. Artinya, aku juga pernah mengalami kebosanan seperti itu.

    1. Kembali Pada Mimpi

    Ngomong-ngomong soal ingatkan, aku teringat pada sepatah wejangan dari Pak Wija 

    "Mimpilah dengan apa yang engkau cita-citakan, dan besok pagi sekali kerjakanlah setiap hal  menuju mimpi itu"

    Terkadang kita keluar jalur dari apa yang kita kerjakan. Kita bukanlah mesin yang bekerja tanpa tujuan, kecuali tujuan yang pemiliknya berikan. Kita punya kebebasan untuk bermimpi. Apapun mimpi itu. Di tengah perjalanan menuju mimpi sering kita terseok menyimpang pada kesenangan sesaat atau terlupa. Itulah mengapa banyak pakar menganjurkan bahwa mimpi itu harus divisualisasikan. Tatkala kita merasa bosan, hayyaaa, lihat lagi apa mimpi yang ingin kita tercapai.

    Oh, ya mengenai kesuksesan itu sebenarnya bukan merupakan suatu titik capaian tertentu sehingga ketika kita sampai pada titik itu, lantas kita berhenti. Kesuksesan itu sebenarnya merupakan serangkaian proses-proses yang baik dan berjalur yang benar.

    2. Renungkanlah Nikmat yang Telah Tuhan Berikan

    Kebahagiaan itu bukan apa yang kita dapatkan, melainkan sikap kita terhadap apa yang ada. Mensyukuri nikmat memang bukan perkara yang mudah, apalagi bagi kita yang terbiasa dilimpahi banyak kelebihan. benar, banyak orang berkata nikmat itu terasa ketika nikmat tersebut diambil. Coba sesekali tengok ke rumah sakit terdekat. Banyak sekali yang merindukan nikmatnya mata yang sehat yang meluangkan waktu membaca tulisan ini. Hmmmm...

    3. Lakukan dari Sisi yang Berbeda

    Kebosanan dapat muncul dikarenakan kita menginginkan sesuatu yang lebih. Alih-alih kita berusaha menginginkan yang lebih dengan cara yang salah. Lebih baik kita melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Dari beberapa sumber dikatakan bahwa melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya bisa mencerdaskan otak karena ikut merangsang konektivitas sel-sel otak yang baru. Tidak perlu muluk-muluk, misalnya saja sebagai mahasiswa kita sering menjadi deadline mania, coba kita jadi seorang pencuri. Pencuri start maksudnya, atau dari kebiasaan sehari-hari. Jika kita biasa makan pagi sebelum mandi dan mandi pukul 06:30, cobalah madi pukul 04:30 kemudian makan diselingi jalan-jalan. Mungkin sedikit bisa membantu. Ya, itu tergantung krativitas masing-masing. 

    4. Flashback

    Mencapai ketenangan hati memang banyak caranya. Salah satunya yang senang aku lakukan adalah flashback. Merenungkan diri perjalanan hidup kita yang cukup jauh dan cukup dekat ini bisa membuat kita tersenyum kecil. Bayangkanlah diri kita yang masih tembem, imut dan cengeng, lambat laun menjadi kita yang sekarang ini. Masuklah perlahan dan mendalam dalam setiap episode, Insya Alloh, kita akan bisa mendapatkan keagungan Tuhan. Cara lain pun bisa, misalnya memandangi foto-foto kita sewaktu kecil dan berbincang bersama Ibunda tentang masa kecil kita. 

    Mungkin itu sebagian tips berdasarkan pengalamanku, bagi yang suka, silahkan dilike (kayak facebook aja), yang gak suka sumangga, heheh bercanda

    28 June 2010

    Cara Mengubah Posisi Tombol Maximize, Minimize dan Close di Ubuntu Lucid

    Mungkin yang baru upgrade dari Ubuntu Karmic Koala 9.10 ke Ubuntu Lucid Lynx 10.04 agak "kagok" dengan posisi Close, Maximize, dan Minimize-nya yang ada di kiri itu. Usul punya usul, aku dapet nih cara untuk mengubahnya agar kembali "terasa normal". Maklum, apalagi yang sudah terbiasa dengan OS Jendela, agak susah juga yah,

    OK lah buka aja sang terminal tercinta
    ketik

    gconf-editor

    Sebagai informasi, gconf-editor ini kalau di OS Jendela ampir sama dengan Registry, kurang lebih, nah kalau udah ketemu ganti di bagian

    apps > metracity > general

    terus di button_layout masukkan nilai

    :minimize,maximize,close

    Terima kasih, semoga bermanfaat
    Sumber Gord Campbell



    27 June 2010

    Dicopet

    Hari Sabtu itu (26 Juni 2010) kembali naik busway dari Kampung Melayu menuju Mangga Dua. Tapi, sayang, bukan untuk belanja. Hehe. Aku nganterin Kang Iwan ke Orion Mangga Dua buat nyervis netbook HP Mini-nya yang rusak “Hardisk not exist”, katanya. Alamak, pusing juga yah muter-muter cari Orion Mangga Dua, malah salah masuk Hadco Mangga Dua. Udah mau putus asa pulang aja.Untung ketemu juga.

    Hehe, malu-maluin juga ngambil tiket antrian yang gak bisa. Enak banget abis jalan ampir dua kilo mungkin lebih cari-cari HP Service Center duduk di ruang tunggu. Yang lucu, di Jl. Raya Mangga Dua ada tulisan larangan “PEDAGANG KAKI LIMA DILARANG BERDAGANG DI KAWASAN INI”, kira-kira seperti itu. Eh, di bawahnya tuh anteng pedagang minuman. Mau difoto, gak keburu.

    Kita pulang naek MetroMini yang ke Pasar Senen. Nah, waktu aku mau sholat Ashar, tiba-tiba ada suara kresek di belakangku. Aku jadi curiga, eh ternyata ada COPEET! Untungnya di tempat kecil tasku itu ada kresek, makanya aku tahu ada orang yang lagi ngebuka tasku. Juga, jarang-jarang aku bawa dompet di tempat itu. Eh, si copetnya pura-pura gak tau, dia cuman ngomong “Eh, Mas”. Emang sebel sih, tapi aku malah agak lucu gitu gara-gara kresek. Wkwkwk, eh, dianya malah innocent duduk, aku malah ngomong dengan nada rendah juga “Awas, ya Alloh Maha Tahu”. Udah, gitu, aja, soalnya udah pegel kaki juga. Mungkin, ekspresi yang umum aku neriakin itu copet, eh malah gitu aja. Yasud, mudah-mudahan orang itu sadar. Terima kasih Ya Alloh.

    23 June 2010

    Libur Genap Subang-Bandung-Tasik


    Gilee beneer. Tiba-tiba udah selese ya UAS Genap. Ntu artinye aye udah mo setaun di Jakarte (sok Betawi). Di Jakarta yang sudah sangat panas ini (mandi terus), udah masuk juga nih liburan UAS. Eng ing eng, ternyata gak kayak temen-temen kuliahan lain. Aku cuma dapet liburan dua minggu (makan tuh). Tapi, gak papa deh, mending kayak gini, kalau libur tiga bulan sih kayaknya muntah darah tuh. Haha....

    Sebenernya liburan ini aku rindu pada dua tempat, awal UAS sih pengen banget pulang ke rumah di Tasikmalaysia, eh Tasikmalaya. namun, setelah UAS berakhir kenapa aku sangat rindu-rindu sekali NEGERI DI ATAS AWAN. Ya, aku pengen banget pulang ke rumah keduaku di asrama Bina Siswa SMA Plus Cisarua Yayasan Darmaloka Provinsi Jawa Barat (kepanjangan ya, da emang gitu). Yasud, aku memutuskan untuk pergi ke sana. Ehmmm, nostalgia Anak Langit. Tapi, sebelom ke sana, aku mampir dulu nih ke istananya Ngerton di Negara Ganas. tada, akhirnya bisa juga ke negeri Subang....

    yng unik dari negeri Erton adalah jalan di depan rumahnya (Jl. Purwadadi) yang lurus alamak, mantb lurusnya. daripada bosen aku pergi aja ke Situ, Situ, Situ apa yah? Pokoknya di Situ lah. Eh, di pinggirnya tuh ada kuburan Santiong, katanya sering dipake pacaran. Ih... gak takut tuh? tau-taunya datanglah inspirasi kenarsisan>>>>
    Biasa lah abdi mah poto-poto kitu.

    Dan ini yang paling uedan




    Aku gak nyangka sampai berantem gitu, AH, gak deng bohong gih>>>
    Nah, di subang selesai nih, aku langsung aja cabut naik motornya Mr. Erton ke asramaku tercinta.

    Sebenernya aku gak sembarangan juga di Cisarua. Anak-anak Andalas tuh mau ngadain Try Out SNMPTN untuk taun 2011. So, bagi temans yang kebetulan lagi baca postingan ini bisa segera mendaftar ke saya juga bisa. Soalnya, kita mau ngadain TO ini Se-Bandung Raya & Cimahi. OK deh aku kasih tahu judulnya "Try Out Akbar Terdahsyat e-Bandung Raya & Cimahi" SNMPTN. Selain TO, kita juga mau ngadain Talkshow, share pengalaman dengan beberapa mahasiswa berprestasi yang mendapat beasiswa. Ya, lumayan kan. Tenang, konsumsi ada juga kok.

    OK, seminggu berlalu, dan akupun seminggu sisanya dihabiskan di kampung tercinta. Tasikmalaysia, eh, salah terus, Tasikmalaya.

    OK, lah segitu aja mohon maaf dan terima kasih sudah mau baca.


    Hitung






    Komentar

    Tentang Blog Ini

    Seorang pembelajar yang berharap tidak berhenti belajar, seorang hamba yang berharap tidak berhenti menghamba

    Followers