23 September 2008

Oshirase!!!!

Nih ada kabar gembira bagi kamu-kamu siswa SMA yang ngerasa suka atau jago berbahasa Jepang, tunjukkan aksimu pada Bunka Competition 2009 di sekolah di atas awan, SMA Negeri 1 Cisarua. Kini SMANCis mau ngadain Bunka Competition yang kedua. Mungkin bagi kamu yang ngerasa belum puas pada Bunka Competition 2008 atau yang kecolongan kesempatan, buktiin deh diri kamu semua.

Ini cuma pembukaan aja yah!! Tungggu saja informasi menyusul tetep, di blog ini sambil mempersiapkan dirimu. Arigatou gozaimas!!

22 September 2008

Become Enterpreneur


Pagi ini aku membaca majalah INFO KOMPUTER edisi tahun 2003. Aku memang suka majalah komputer, walaupun yang sudah usang. Justru aku bisa menambah referensi keilmuan dan bisa menerawang perkembangan teknologi beberapa tahun ke belakang. Yang membuat aku kaget di sana dikupas mengenai MP3 Player. Kaget sekali aku melihat harganya $105. Kenapa sangat mahal sekali, harganya melampaui harga kamera Olympus sekarang. Memang, kata orang, semakin ke sini barang elektronik akan semakin murah harganya. tak heran kini banyak counter pulsa bermunculan bak jamur saat kemarau, eh saat hujan. Hal ini ditenggarai semakin terjangkaunya harga ponsel. Di majalah Intisari misalnya yang edisi 1990an aku membaca adanya handphone pertama kali di Indonesia itu besarnya sebalok es kotak besar di tukang es serut. Layarnya mah sipit dah. harganya, wuih 10 jutaan, itu teh sebelum krismon, pantas, hendphone hanya angan-angan.

Saat KBM Plus kulihat ada seorang anak main layang-layang sambil memakai HP. Perassanku sangat janggal karena semasaku kecil dulu tidak ada istilah "sambil medar maen HP". Itulah, perubahan. Masyarakat Indonesia memang cenderung konsumtif terlebih dalam mengisi gengsi dalam teknologi. Padahal, ada seorang Jepang yang mengatakan bahwa apabila kamu ingin barang elektronik lengkap, belilah HP biasa, Flashdisk, MP3, komputer standar untuk menghemat biaya dan kerusakkan pun tidak akan menimbulkan keparahan yang sungguh terlaluuuu. Padahal, orang Jepang lah yang membuat Sony Walkman, HP berradio pertama kali, dan juga seabreg konvergensi teknologi yang kemudian mereka jejalkan ke masyarakat penggila gengsi seperti Indonesia. Memang kita akui,konvergensi teknologi sudah menjadi-jadi. Orang di zaman ini sudah sangat mobile, hiburan pun di ujung tangan, semua teknologi hampir=hampir berfusi membius pasar gadget.

sorotan tajamnya, kapan bangsa ini melahirkan produk genre "Made In Indonesia" dan "Made by Indonesian" yang bisa bergaung di dunia internasional. Walupun begitu, kita juga terhibur dengan adanya merk-merk Indonesia seperti Zyrex Ubud-Anoa, Antivirus PC Media, ANSAV, Sepatu Cibaduyut, Ayam Wong Solo dan banyak yang lainnya. Di sinilah tantangan bagi seorang enterprenership. Sungguh, aku sangat terpengaruh oleh bukunya Robert T. Kiyosaki. Aku jadi tersadar bahwa keamanan kerja sebagai abdi negara tidaklah efektif bagi bangsa yang punya hutang segunung ini. Yah, karenaya, mari berwirausaha!!!

19 September 2008

Nostalimpiade.


Jam delapan aku sudah berseringai menyambut hari ini. Mentari itu jua yang akan menemaniku. Yah, hari ini aku pergi ke SMA Negeri 1 Padalarang untuk memenuhi undangan. Katanya dari pihak Dinas apa gitu Kabupaten Bandung Barat mau mengucapkan terima kasih pada kontingen Olimpiade Sains, Olimpiade Olahraga, dan LKS Kab. Bandung Barat di tingkat provinsi. Sepenuh H2C (Hayu-hayu Cicing) Sang Supir Bis Asrama belum juga datang. Atas inisiatif pihak sekolah akhirnya tim Cisarua nyarter angkot kuning. We alah, pas diitung-itung kok mobilnya kebanyakkan, kita cuma ada sekitar 20an orang. Ya cabut saja pakai 2 mobil via Cimahi-Padalarang.

Sampai juga aku di SMA Negeri1 Padalarang, tempat aku dulu menorehkan kemenangan itu. yah, in the fact, acara mulainya jam satu siang brow! JJS dulu ahh. Aku cari-cari masjid buat tidur, soalnya mengantuk juga sih. Alhasil aku tidur pulas di masjid Al-Hidayah. Eh, tahu-tahu mau Jum'atan. Kustelkan sarung kala Jum'atan itu. Alunan Jum'atan itu sama terasa di rumahku.

Teng, waktu itu tiba juga, aku masuk laboratorium IPA. Berkumpullah para kontingen. Serasa dulu juga. Bapak itu langsung nyarios yang intinya kami para kontingen tidak dilepas begitu saja. Beliau tidak merasa kecewa atas apa yang didapat dari pertempuran olimpiade. Yah, aku juga kecewa sih. Aku yakin, kata-kata "tak kecewa itu meluncur hanya untuk menghibur lara kekalahan kami. Akan tetapi aku yakin, inilah yang terbaik dari ALloh SWT untukku. Gak nyadar ya, dari SMANCis begitu dominan. Tapi, yang lolos di provinsi hanya dari LKS Bahasa MAndarin saja Juara ke 3. Dia disuruh ke depan dan chiau chau chauw lah pokoknya nereleng tanpa mengucapkan artinya sedikit pun. Hebatnya, dia baru belajar SATU TAHUN.

Ku tutup lembar kekecewaan ini untuk mematri menjadi pemicu semangat baru.

Hitung






Komentar

Tentang Blog Ini

Seorang pembelajar yang berharap tidak berhenti belajar, seorang hamba yang berharap tidak berhenti menghamba

Followers