21 May 2017

Mengganti Nama Berkas (File Rename) dalam Jumlah Banyak dengan KRename



Memiliki berkas yang tidak rapih memang suatu masalah tersendiri bagi beberapa orang, dan mengganti nama secara manual satu per satu juga bukan pilihan yang bijak. Masih mending jika berkasnya masih di bawah sepuluh buah, bagaimana jika yang akan kita ganti nama ada puluhan atau bahkan ratusan buah (kenapa pake "buah" ya?). Nah, makanya kita akan coba mempelajari bagaimana cara untuk mengotomatisasikannya, bukankah itu tujuan adanya komputer? Salah satu aplikasi bebas kode sumber terbuka yang didedikasikan untuk keperluan ini adalah KRename.


Untuk memasang aplikasi KRename ini di Ubuntu, cukup jalankan perintah berikut ini di terminal:

sudo apt-get install krename -y

Untuk distro keluarga Redhat (Fedora, CentOS, Kororaa, dan sekeluarga), bisa pake perintah ini:

sudo dnf install krename


Untuk distro lain silakan menyesuaikan sendiri ya.

Setelah terpasang, KRename ini bisa kita panggil dari peluncur kesukaan.

KRename ini memiliki banyak sekali pengaya (plugin) yang bisa didayagunakan. Selain itu, kita juga bisa menambahkan awalan (preffix), atau akhiran (suffix) pada nama-nama berkas sesuai keinginan, apakah dengan suatu kata/frasa tertentu yang sama, atau dengan penomoran berurutan atau penanggalan.

Sekarang kita akan mencoba menggunakan dengan kasus yang sederhana aja.

Contoh 1: Menghapus Awalan Nama Berkas

  1. Jalankan KRename, kemudian kita akan disuguhkan tab pertama "1. Files" untuk memasukkan berkas yang akan kita ganti. Saya mencoba memasukkan semua berkas audio mp3 secara manual dari satu folder (Ctrl + pilih berkas audio mp3 saja untuk menghindari ikut masuk/terpilihnya berkas gambar kover lagu yang juga ada di folder tersebut) ternyata muncul peringatan yang mengatakan tidak bisa melakukan pemilihan berkas. Akhirnya saya coba masukkan dengan memilih foldernya saja, dan ternyata berhasil. Hanya saja setelah itu saya harus memilih berkas gambar kover lagu yamg tidak akan saya ganti nama tadi kemudian klik  [Remove] untuk mengeluarkannya dari seleksi.  
  2. OK setelah itu pada tab "2. Destination" kita diminta untuk tentukan tujuan berkas yang akan diganti nama. Karena saya sangat sayang (ciee sayang) sama ruang penyimpanan, makanya saya memilih opsi "Overwrite existing file". Untuk tab "3 plugins" kita bisa lewati saja ini bersama (huwalaa).
  3. Langsung ke opsi "4. Filename" Dalam contoh ini yang akan saya hapus adalah tulisan "Tarabyon.com_" sehingga pada bagian "Filename" saya pilih "Custom name", dan sebagai bantuan saya klik ikon lampu kuning untuk melihat opsi regular expression apa saja yang tersedia.

Ternyata di sana ada opsi "[$x-y]" yang artinya karakter x sampai y dari nama berkas yang lama. "$" sendiri menunjukkan nama berkas yang lama.

OK Setelah saya hitung ternyata prefix "Tarabyon.com_" memiliki 13 karakter, sehingga saya akan membiarkan karakter ke 14 dari nama berkas yang lama dan seterusnya. Oleh karena itu, regular expressionnya adalah

[$14-0]

artinya karakter ke 14 sampai 0 yang akan dipertahankan. Sebenarnya angka setelah tanda "-" bisa kita kosongkan menjadi "[$14-]", atau kita atur berapapun DENGAN SYARAT NILAINYA DI BAWAH 14, bisa 13 ("[$14-13]"), 12
("[$14-12]") atau sampai 0 ("[$14-0]") sekalipun. Tenang saja, kita bisa mencoba-coba angka tersebut karena nanti di bagian bawah ada bilah yang bisa kita jadikan sebagai bahan perbandingan antara "Origin" dan "Renamed".

Setelah yakin, klik tombol [Finis]. Tadaaa!!, prefix "Tarabyon.com_" sudah bisa dihilangkan tanpa perlu mengganti nama berkas satu per satu.

Oh iya, jika terjadi kekeliruan, kita bisa meng-undo tenang saja.


Contoh 2: Menghapus Akhiran Nama Berkas dan Memindahkannya di Awal Nama Berkas

OK tadi mungkin lebih mudah, yaitu menghapus beberapa karakter di awal. Nah, sekarang gimana kalau kita maunya memindahkan karakter di akhir dan menambahkannya kembali di awal? Saya juga sempet bingung dan mencoba-coba rumus di atas dengan penggunaan nilai angka dan operasi yang berbeda (nilai + alih-alih minus). Ternyata tidak ada yang memuaskan. Setelah saya perhatikan kembali, ternyata ada fitur "Find and Replace" ya di tab "4. Filename". Langsung aja cekidot.

Siapkan berkas yang akan diganti namanya, di dalam contoh ini saya buat tiga berkas text dengan akhiran (suffix) " - Kang Ibing", yaitu "Si Borokokok - Kang Ibing.txt", "Si Ontohod - Kang Ibing.txt" dan "Si Bangkar Warah - Kang Ibing.txt".

 

Setelah memasukkan berkas-berkas tersebut sebagaimana pada contoh sebelumnya, pada tab "4. Filename", pastikan kita sudah memilih sub-tab "Simple Filename". Pada bagian "Preffix", kita isi medan dengan tulisan "Kang Ibing - " (pakai spasi ya di akhirnya). Maka hasilnya akan seperti ini:

Untuk menghapus akhiran " - Kang Ibing", maka kita akan pergunakan fungsi "Find and Replace". Klik tombolnya, setelah keluar dialognya, klik tombol [Add].


Pada bagian Find, isi dengan " - Kang Ibing". Karena kita sebenarnya bukan ingin menggantinya, melainkan akan menghilangkannya, maka pada bagian "Replace With" kita kosongkan saja. Setelah itu klik tombol [Ok] .


Klik [OK] lagi. Fungsi "Find and Replace" ini hanya akan berpengaruh pada nama berkas lama, bukan pada nama berkas baru.






Setelah itu, seperti sebelumnya klik tombol [Finish].

Demikian tutorial sederhana ini semoga bisa membantu.

14 April 2017

Holocaust dan Kebenaran dari Kebohongan Berulang-Ulang

Oleh: Ust. Saief Alemdar 12/04/2017




Waktu capres Hillary Clinton dan Donald Trump “bersilaturahim” dan meminta “restu” AIPAC sebelum pilpres, calon lainnya yaitu Bernei Sanders malah tidak mau hadir dalam konferensi AIPAC tersebut. Sejak kejadian itu, banyak pengamat yang “beriman” pada teori konspirasi optimis bahwa Sanders akan jatuh di jalan, dan benar dia tidak lolos. Padahal sudah jadi common secret bahwa semua capres sebelumnya harus “bersilaturahim” ke AIPAC conference.

American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) itu adalah sebuah kelompok lobi di Amerika Serikat yang bertujuan melobi Kongres Amerika Serikat dan badan eksekutif pemerintahan dengan tujuan menghasilkan kebijakan yang meningkatkan hubungan dekat antara Amerika Serikat dan Israel. AIPAC dibentuk pada masa pemerintahan Eisenhower, dan sejak saat itu membantu meningkatkan bantuan dan dukungan Amerika Serikat kepada Israel. AIPAC telah sering disebut-sebut dalam berbagai survei sebagai salah satu kelompok lobi paling berpengaruh dalam politik Amerika Serikat. Cari saja di Google banyak hasil lobi AIPAC yang menguntungkan Israel.

Kemarin, Jubir Gedung Putih, Sean Spicer membandingkan antara Hitler dengan Bashar Assad, “We didn’t use chemical weapons in world war two. You had someone as despicable as Hitler who didn’t even sink to using chemical weapons.”

Pernyataan tersebut mengundang protes besar dari wartawan dan netizen, karena pernyataan tersebut seakan menafikan tragisnya holocaust yang dilakukan oleh Hitler. Tidak lama kemudian, secara resmi Spicer meminta maaf, “Frankly, I mistakenly made an inappropriate and insensitive reference to the Holocaust, for which there is no comparison, and for that I apologize. It was a mistake to do that.”.

Jubir Gedung Putih yang selama ini bisa bicara, mengutuk dan mengecam siapapun “seenak perutnya”, hanya karena mengatakan “Bashar Al Assad lebih jahat dari Hitler karena menggunakan senjata kimia”, tiba-tiba langsung ciut dan meminta maaf kepada publik atas silap lidahnya, “And for that I apologize. It was a mistake to do that.”. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Pokoknya yang paling jahat itu Hitler.

Sebenarnya dari kalangan ilmuwan barat sendiri ada beberapa yang menyangkal adanya Holocaust, di antaranya: Pemikir Muslim Perancis Roger Garaudy, Professor Robert Maurisson, Ernst Zundel, David Irving, dll. tetapi hampir semuanya dinyatakan bersalah dan dijebloskan kedalam penjara.

Termasuk Pada 15 Feb 2007, Ernst Zundel seorang Holocaust denier dihukum 5 tahun penjara. Seorang pengacaranya, Herbert Schaller, menghujat bahwa semua bukti tentang adanya Holocaust hanya berdasarkan pengakuan korban-korbannya saja, bukan berdasarkan fakta-fakta yang jelas. Ernst Zundel ini juga pernah ditahan pada tahun 1985, dan 1988 dalam kasus yang sama.

Semua hal di atas sangat kontras dengan slogan negara-negara barat sendiri yang menyatakan kebebasan berpendapat apalagi disertai bukti-bukti ilmiah tentang kebohongan Holocaust terutama digunakannya kamar gas oleh Nazi di Polandia, tetapi begitu menyinggung masalah yang menggugat hal ini, mereka langsung memberangus habis penentang-penentangnya sehingga banyak kalangan menilai adanya lobby Yahudi yang berdiri dibelakangnya dalam memengaruhi putusan pengadilan.

Kembali lagi, “the man behind the curtain” adalah mereka yang mendapatkan manfaat terbesar dari apa yang sedang terjadi. Dengan menjual slogan “holocaust”, mereka “play victim”, tanpa mau tahu kejadian itu benar atau tidak, karena menurut mereka, “if you repeat a lie often enough, it becomes truth”, dan dengan itu akan berlaku “the truth is whatever people want to believe is truth”.

Singa Fiqih dan Hadits


Oleh: Ust. Danang Kuncoro Wicaksono 14/04/2016

Imam Abu Muhammad Al-Juwaini, ayahnya Imamul Haromain, pernah bertekad untuk menulis sebuah kitab fikih yang bebas madzhab. Beliau tidak ingin terikat oleh madzhab apapun dan hanya ingin mengikuti petunjuk dalil. Beliau menamai kitabnya "Al-Muhiith" (artinya: yang meliputi).
Baru selesai tiga jilid, kitab itu kemudian sampai kepada Imam Al-Baihaqi dan hadits-hadits yang dijadikan sandaran hukum oleh Imam Al-Juwaini dikritisi oleh Imam Al-Baihaqi. Satu per satu hadits-hadits yang bermasalah dalam kitab itu dikupas tuntas oleh Imam Al-Baihaqi. Bukan hanya itu, beliau juga menjelaskan bahwa hal itu telah diketahui oleh Imam Syafi'i dan orang-orang yang paham tentang seluk beluk rahasia hadits sehingga mereka tidak menjadikannya sebagai sandaran hukum. Imam Al-Baihaqi menulis kritikannya itu dalam sebuah catatan ringan lalu mengirimkannya kepada Imam Al-Juwaini.
Sesampainya catatan itu, Imam Al-Juwaini mengatakan, "Inilah berkah ilmu."
Kemudian beliau mendoakan kebaikan untuk Imam Al-Baihaqi dan menghentikan penulisan kitab itu.

Kalau seorang ulama sekelas Imam Abu Muhammad saja berani jujur mengakui kelemahan dirinya di hadapan Imam Al-Baihaqi, lalu bagaimana dengan kita yang jauh di bawah mereka?

Abul Ma'ali Imamul Haromain, putra Imam Abu Muhammad, mengatakan:

مامن شافعي إلا والشافعي عليه منة إلا أبو بكر البيهقي ، فإن له منة على الشافعي في نصرة مذهبه

"Tidak ada seorang pun yang bermadzhab Syafi'i kecuali ia punya hutang budi kepada Imam Syafi'i kecuali Abu Bakr Al-Baihaqi, justru beliau punya jasa terhadap Imam Syafi'i karena telah membela madzhabnya."
Imam adz-Dzahabi berkomentar:

أصاب أبو المعالي، هكذا هو، ولو شاء البيهقي أن يعمل لنفسه مذهبا يجتهد فيه لكان قادرا على ذلك، لسعة علومه، ومعرفته بالاختلاف، ولهذا تراه يلوح بنصر مسائل مما يصح فيها الحديث

"Benar apa yang dikatakan oleh Abul Ma'ali. Begitulah ia. Seandainya Al-Baihaqi ingin membuat madzhab sendiri berdasarkan ijtihadnya, pasti ia mampu melakukannya karena keluasan ilmunya dan pengetahuannya terhadap perbedaan pendapat. Oleh karena itu, anda lihat ia selalu membela masalah-masalah yang disokong oleh hadits shahih."
Semoga Allah merahmati mereka semua dan para ulama kaum muslimin yang telah berjasa besar memelihara kemurnian ajaran Islam hingga hari ini dan mengumpulkan kita semua bersama mereka di surga kelak. Aamiin

Hitung






Komentar

Tentang Blog Ini

Seorang pembelajar yang berharap tidak berhenti belajar, seorang hamba yang berharap tidak berhenti menghamba

Followers