27 May 2008

Sejarah Kursi

Tau gak seech!!!?Kursi yang merupakan salah satu perabot tertua dan utama di masyarakat sekarang, baru umum dipakai pada abad XVII. Saat itu kursi merupakan simbol kekuasaan dan martabat. Kebanyakannya duduk dia atas dingklik (bangku kecil), bangku panjang, atau peti kayu.

Masyarakat Mesir Kuno (3110-1070 SM) juga berpendapat sama. Ujung kaki itu biasanya serupa kaki binatang, lengkap dengan cakar atua kukunya. Bahannya mahak, entah itu kayu hitam, gading, atau kayu berlapis emas., diukir atu dicat cerah, lalu dibalut kain mahal atau kulit binatang.


Serupa dengan Mesir, pada masyarakat Yunani kuno, (110-400 SM), kursi menentukan status sosial pemiliknya. Namun, bangsa itu sempat menorehkan prestasi dengan menemukan model kursi cantik, klysmos. Kursi tanpa tangan ini berbentuk khas, dua kaki depannya melengkung seperti huruf C menganga ke depan, sebaliknya, dua kaki belakangnya seperti hurup C menghadap ke belakang. Sandarannya pun melengkung. Akibatnya, dari samping kursi itu bersiluet S. Kursi yang dudukannya terbuat dari dudukan tali itu ngetrend kembali pada awal abad XIX dan XX.


Bangsa Romawi kuno (700-400 SM) lain lagi, walaupun banyak meniru gaya Yunani, mereka memiliki cirri tersendiri dengan lebih banyak menggunakan perunggu dan perak. Klysmos ala Romawi lebih besar dan berat serta diberi jok empuk.


Bangsa Romawi berhasil mengembangkan dingklik menjadi curule. Bangku yang sering diduduki hakim ini memiliki dua pasang kaki. Tiap pasangnya gabungan dua kaki belakang atau depan. Kaki-kaki itu saling silang membentuk huruf X.


Curule biasanya dari gabungan kayu dengan gading atu logam yang dicor. Mode curule bertahan sampai Abad Pertengahan (400-1300 M). Susulannya adalah kursi dengan sandaran, panel samping yang tinggi, atau kanopi dari kain damask atau beludru. Panel dan kanopi itu sebagai penangkal tiupan angin dingin.


Di Jepang, India, dan Cina -terutama pada Dinasti Han (202-200 SM)- telah dihasilkan perabot oriental yang bernilai seni tinggi.


Pengrajin Cina terampil menyambung antarbagian tanpa paku atau pasak, dan jarang sekali menggunakan lem. Caranya, ujung-ujung di bagian sambungan dipahat dengan sangat terampil, sehingga bisa masuk satu sama lain.


Di Abad Pertengahan keterampilan orang Eropa dalam membuat perabot merosot tajam. Untuk menutupi ketidakterampilannya, pengrajin mengecatnya atu melapisinya dengan emas.


Kain pelapis dan jok mulai dikenal pada abad XVI, tapi baru akhir abad XVII dan awal abad XVIII digunakan secara umum.


Pada saat berbarengan, lahir kursi santai dengan bagian dudukan, sandaran punggung, dan tangan yang diganjal dan dilapisi kain (kadang ditambah tirai anti-angin). Kain pelapis biasanya dari wol, kain bersulam, atau bahan permadani. Sutera dan beludru yang sangat mahal namun mudah rusak, hanya diigunakan orang kaya.


Abad XIX, kursi merefleksikan pesatnya perkembangan teknologi. Tahun 1928 Samuel Pratt mematenkan kursi buatannya yang pertama kali menggunakan pegas dari kawat besi atau baja. Ketika diterapkan pada kursi santai, lebih ma’nyus.


Perancang Inggris William Moris merancdang kursi Morris denga sandaran yang dapat direbahkan, awal dari teknologi reclining.


Pada abad ke-20, plastik dikenal sebagai materi baru untuk kursi. Plastik memang sangat fleksibel untuk segala hal.


Kini Anda bisa menemukan beragam jenis dan bentuk kursi. Bahkan, ada yang ‘dikawinkan’ dengan teknologi komputerisasi, duduklah sebelum tempat duduk berkurang, hehe.

24 May 2008

Jalankan Solusi, Bumi tetap Asri !


Oleh: Khoerullana

Tanda-tanda alam sudah banyak terjadi dimana-mana lewat bencana-bencana yang erugikan umat manusia. Tsunami, gempa, banjir, dan belum lagi dengan penyakit-penyakit yang mematikan. Tetapi, seolah-olah tidak mendengar atau pura-pura tidak tahu budaya membuang sampah sembarangan terus saja dilakoni.

Mengapa ini terjadi ? Lagi-lagi global warming, akankah global warming terus-terusan dijadikan kambing hitam ? Lihatlah Karbon Dioksida (CO2), Nitro Oksida (Nox), Sulfur Oksida(Sox), Metana(Ch4), Chlorofluorocarbon(CFC), dan Hydrofluorocarbon(HFC) masih berkeliaran dengan ganasnya. Padahal beribu kali seminar, rapat, konferensi, diskusi, dan pertemuan lainnya yang sejenis telah diadakan di berbagai tempat di seluruh dunia.tidak sedikit artikel-artikel yang ditulis dengan aneka ragam solusi. Lalu, kemana hasilnya ? Baguslah ada gerakan, tetapi solusi-solusi yang ditawarkan penulis-penulis artikel itu seakan-akan terhempas angin rebut, lenyap tanpa bekas yang berarti. Ini menandakan bahwa orang lebih gampang bicara dibandingkan mengaplikasikannya dalam realitas kehidupan.

Belakangan, salah satu himbauan dari hasil UN Climate change Conference tahun lalu di Nusa Dua, Bali, bahwa salah satu cara untuk mengurangi efek dari global warming adalah dengan mengurangi jumlah emisi sesegera mungkin, yaitu dengan cara mengurangi penggunaan kendaraan bermotor atau menggunakan sumber energy terbarukan juga mengefisiensikan penggunaan energy bertingkat. Walaupun secara global hasil konferensi ini tidak menghasilkan kesepakatan yang memuaskan dalam pengurangan jumlah emisi dunia. Ini terjadi karena negara-negara maju saling menuduh negara lain yang menghasilkan emisi teresar. Sebut saja China, Amerika, India, dan tidak ketinggalan Indonesia. Mereka menganggap bahwa Protokol Kyoto itu tidak benar, terjadi kesalahan. Disanalah ilmu politik main, saling mengelak siapa yang salah

Bukankah masalah kerusakan lingkungan merupakan masalah bersama ? Seluruh umat manusia di dunia bertanggung jawab menyelesaikan problem yang semakin kompleks dan implikasinya terhadap bidang lain. Sebut saja, ketahanan pangan misalnya. Sinyal kelaparan mulai berbunyi di dunia saat ini, harga makanan pokok mencekik, dan tidak hanya itu saja hampir semua produk mengalami kenaikan harga yang menguras penghasilan kaum lemah dlam hal ekonomi. Lingkaran setan ini akan terus berotasi selama manusianya sendiri belum melakukan tindakan atau aplikasi nyata secara langsung dan bersama-sama.

Sebagai bentuk kepedulian negara-negara Internasional, maka tahun 2007-2009 dijadikan Tahun Internasional Planet Bumi. Beragam solusi dipresentasikan dengan bermacam cara dan media dari yang sederhana hingga yang berbau mesin. Ilmu lingkungan juga bertambah spesifik, seperti toksikologi, biologi, ekologi, hukum lingkungan, dan tentunya ilmu kebumian (geologi) serta ilmu lingkungan lainnya. Ilmu pengetahuan yang ada tidak hanya untuk dipelajari tetapi juga dimanfaatkan dalam kehidupann ril.

Adanya Tahun Internasional bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat memanfaatkan ilmu kebumian yang telah dipelajari oleh lebih dari 400.000 peneliti di dunia. Ilmu kebumian mendapat sorotan khusus di tahun ini, tetapi tidak mengesampingkan peran serta ilmu lainnya, karena pada dasarnya ilmu satu dengan yang lainnya saling melengkapi. Toksikologi logam berat bisa dijadikan sampel, ilmu yang memperkenalkan racun-racun dari logam berat yang dihasilkan perusahaan-perusahaan industri ini terlihat angker, tetapi orang-orang bisa memanfaatkannya untuk berhati-hati dalam menghasilkan dan mengolah limbah yang dihasilkan logam berat ini.

Lalu bagaimana solusinya ? Banyak solusi sebenarnya kalau masyarakat gemar membaca. Sayangnya tidak banyak orang-orang yang memiliki kesadaran tinggi dalam menjalaninya.

Istilah limbah dengan segala pembagiannya bertujuan untuk mempermudah mencari solusi dan mengaplikasikannya. Masyarakat sudah mengenal program pengolahan limbah terpadu “3R”, yaitu reduce, re-use, re-cycle. Pertama, reduce atau mengurangi reduksi sampah yang akan terbentuk sedangkan perbuatan yang bisa dilakukan adalah masyarakat (khususnya Ibu Rumah Tangga) kembali menggunakan keranjang setiap kali shopping dan masyarakat bisa kembali menggunakan sapu tangan daripada tissue.

Kedua, re-use atau pemakaian kembali sampah yang sudah terbentuk. Disini kreativitas mencipta seseorang perlu dikembangkan. Sebab sampah yang asalnya tidak berguna dapat berubah menjadi barang kerajinan yang bernilai ekonomis. Menjadi kaya dari sampah, mengapa tidak ?!

Ketiga, re-cycle atau daur ulang limbah. Berhentilah untuk berpikir sempit. Cara ini bisa dilakukan oleh siapa saja, baik individu maupun kolektif. Salah besar jika cara ini hanya bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan industry. Buktinya sampah organik bisa dimanfaatkan menjadi kompos atau limbah tebu tang bisa dijadikan kayu bakar sebagai salah satu alternatif menghemat BBM.
Sebagai contoh yang bisa dijadikan bahan inspirasi yaitu diterbitkannya Harry Potter and The Deathly Hallows (epik terakhir Harry Potter) dengan menggunakan kertas daur ulang kualitas terbaik. Buku Harry Potter ini merupakan buku terhijau dan ramah lingkungan sepanjang sejarah penerbitan buku. Kalau tidak seperti itu, bayangkan berapa ratus ribu pohon yang harus ditebang ? Berapa ratus juta liter air yang dipakai ? Dan berapa juta kilogram gas efek rumah kaca yang dihasilkan ? Sementara untuk Indonesia sendiri masih menjadi sebuah PR yang entah kapan bisa menjadi kenyataan. Bagaimana bisa terjadi kalau harga kertas baik yang baru maupun yang daur ulang sama-sama mahal ?

Penanaman pohon di beberapa daerah yang kritis, seperti di daerah pesisir pantai dengan benih-benih mangrove-nya sering gagal terendam banjir yang datang secara alami (tidak bisa diprediksi)

Upaya penanaman pohon terus digencarkan, jangan sampai putus asa lantaran sering mengalami kegagalan. Disinilah kunci utamanya, dunia saat ini kekurangan ozon, sementara pepohonan-lah yang bisa memproduksi ozon. Apabila pohonnya banyak, ozon akan semakin menebal dan kehidupan biosfer kembali berkembang dengan segala kekompleksitasannya.

Sebab-akibat sekrang ini memang sudah hukum alam. Kesadaran manusia dalam menjaga lingkungannya merupakan modal penting dalam mewujudkan lingkungan yang tetap asri. Solusi-solusi yang sudah ada jalankan, tanpa harus berhenti mencari solusi yang lain. Permasalahan mendasar yang dihadapi Planet Bumi adalah ketidakpedulian manusia menjaga ekosistemnya sendiri. Ini tidak bisa dibiarkan, masalah ini tidak akan ada akhinya bahkan bisa menimbulkan permasalahn-permasalahan yang baru. Faktanya, salju abadi di Benua Antartika mulai mencair dan meretakkan sebagian wilayahnya, dan tidak menutup kemungkinan bencana lain akan segera menyusul

Penegakkan hukum lingkungan harus benar-benar konsisten dan tegas. Penegakkan hukum bisa dilakukan dengan dua cara, bisa secara preventif juga bisa dengan represif. Secra preventif, penegak hukum utama seperti pejabat atau aparat pemerintah dareh bisa memanfaatkan penyuluhan, pemantauan, dan penataran yang sifatnya mengawasi (pengambilan sampel, penghentian mesin-mesin dan lain sebagainya) dalam menegakkan hukum lingkungan di Indonesia. Sedangkan secara represif bisa dilakukan dengan cara menindak orang-orang yang bersalah, dalam hal ini melanggar aturan hukum yang berlaku. Karenanya untuk menghindari penindakkan pidana secara berulang-ulang pencemar harus menyadari kesalahannya sendiri.
Aspek atau saran administratif bisa bersifat preventif dan bertujuan menegakkan peraturan perundang-undangan dengan ancaman sanksi administratif. Upaya penegakkan hukum dapat ditetapkan terhadap kegiatan yang singkat, seperti persyaratan perizinan, baku mutu lingkungan, rencana pengelolaan lingkungan (RKL), dan sebagainya. Disamping pembinaan berupa petunjuk dan panduan serta pengawasan administratif, kepada pengusaha di bidang industry hendaknya juga ditanyakan manfaat konsep “pollutan prevent ion pays”(pencegah pencemaran menguntungkan) dalam proses produknya.

Saran administratif bisa ditegakkan dengan kemudahan-kemudahan terutama di bidang keuangan, seperti keringanan bea masuk alat-alat pencegahan pencemaran dan kredit bank untuk biaya pengelolaan lingkungan dan sebagainya. Sedangkan penindakaan represif tujuannya unutk mengakhiri secara langsung keadaan terlarang atau melanggar itu.

Sanksi administratif terutama mempunyai fungsi instrumental (een instrumentele functie), yaitu penaggulangan dan pengendalaian perbuatan terlarang. Beberapa jenis sarana penegak hokum administratif adalah : penyerasian peraturan (harmonisering), tindakan paksa, uang paksa, penutupan tempat usaha, penghentian kegiatan mesian perusahaan, dan pencabutan izin melalui proses : teguran, paksaan kepolisian, penutupan dan uang paksa.
Kondisi bumi sekarang ini sudah tidak wajar, melebihi batas-batas kewajaran yang orang-orang dulu bilang. Maklum kalau dulu polusi masih bisa diminimalisir oleh banyaknya pepohonan, tetapi kalau sekarang alam sudah tidak bersahabat lagi karena manusianya sendiri yang mengusik ketenangan alam itu

Akhirnya, betapa pun banyaknya solusi, keberhasilan menciptakan Planet Bumi yang hijau dan damai tidak bisa lepas dari peran serta manusia dalam menjalani aktivitas rutinnya. Mulai dari hal-hal yang terkecil yang dianggap sepele, mulai dari sekarang, dan mulai dari diri kita sendiri. Kalau bukan kita yang memulai, harus siapa lagi ? Oleh karena itu, tidak ada penyelesaian paling indah selain jalankan solusi agar bumi tetap asri.[]

07 May 2008

23 April 2008

Akukah Aku? Sebuah Introduksi Keakuan

Andalas, seperti nama sebuah pulau di sekitar Pulau Sumatera yang menjadi host masakan Raja Melayu, atau seperti nama sejenis kayu, atau nam benchmark angkutan Ciamis adalah gabungan kontingen dari seluruh Jawa Barat yang lahir di MOSA (Masa Orientasi Siswa Asrama) 11 Juli 2006 di mana aku termasuk ke dalamnya. Pahit getir, manis madu, asin uyah {eh kok talking rasa di lidah seech} aku rasakan selama berasrama ini. Haaahaaahaaa, Andalas satu hati, Andalas satu darah, Andalas satu tubuh, Andalas satu jiwa, kami gembleng jiwa korsa kebersamaan di sini. Dua Welas, itsnani ‘asyaro, jyu ichi, twelve untuk salawasna.

Aku datang melanglang buana ke negeri di atas awan nan dingin membawa sejuta misi perubahan, mengemban semilyar harapan pada kesempatan ini. Tak ada lagi pilihan, si kambing hitam yang sangat apet mengejar-ngejar masyarakat Indonesia sekarang ini menekanku untuk selalu tegar. Setelah reda era krisis moneter di Indonesia, kini dunia sedang dilanda macam-mocem isu: pemanasan global, krisis energi, resesi ekonomi, kelangkaan pangan, dll (dan lieur-lieur), aku memang insan yang telah digariskan untuk mengecap dinginnya Cisarua sambil terus menempa diri. Kubebaskan semua belenggu aneh yang mengikatku di masa transisi awal, SMP. Aku hanya memiliki pemikiran dangkal <-oolihatlah dunia="">, jangan jadi seonggok daging yang hanya ingin nafsu dan perut, aku adalah aku yang terbaik. Buat apa meniru orang yang akan menghapus nilai eksklusivismeku.

Muak kabina-bina anu pohara kacida aku melihat untaian sepeda laki-laki perkasa dan kerempeng yang menghabiskan waktu dan tenaga untuk pekerjaan yang tak menjanjikan: ngaduk, pakasaban palumpatan di Kp. Benteng, kampung saya yang tidak lantas berlari jauh.. Muak aku melihat dua remaja yang hanya mengecas nafsu berulang-ulang sampai menuju jurang, pernikahan yang tidak proporsional. Gatal aku mendengar nama Jepang yang selalu dibombardirkan ke mana-mana, memang bukan suatu hiperbola. Bosan aku dengan negara Cina dan India yang berperut (baca:penduduk) besar kini telah bangun dari tidurnya. Murel aku dengan ulah aneh Malaysia yang mencaplok Indonesia yang tak berdaya. Hayang utah aku melihat kemusykilan jurang antara penguasa yang lumrah amoral dan rakyat yang mengais, bercekcok ayam. Akankah aku menjadi anggota “Indonesia Tolol”!

Di masa SMA ini aku mendapatkan pengalaman yang dahsyat luar biasa dan insya Alloh sangat bermanfaat. Binsis SMA Plus Cisarua memang menyajikan warna-warna kehidupan yang menggoda, kadang sedih dimarahin Pembina, kadang juga nyaman berkumpul dengan kontingen-kontingen daerah se-Jawa Barat. Huhh baru sekarang ini aku rasakan warna berbeda dari hidup aku di masa menuju kedewasaan, ya memang aku temukan cabang-cabang pikiran baru bahkan semakin meranting, membolak-balikkan idealisme, cita-cita a’budulillah, nafsu, pengetahuan, keingintahuan, rasa-rasa baru, kemandirian, dan lain-lain yang akan terus menambah daftar entah sampai kapan. Ya, inilah penemuan kedirian di tengah ombang-ambingnya zaman, demoralisasi, sampai deforestisasi yang menghancurkan lingkungan. Tulisan ini dibuat mengalir saja, aku tumpahkan gundah gulana dan gersang merangsang hati ini, kurangkaikan kepingandari serpihan memori dan hati yang berserakan.

Di manakah akan aku temukan jati diti ini? Imam Al-Ghazaly berkata bahwa mengenal Tuhan itu dengan mengenal diri sendiri. Kita analogikan seperti cermin. Orang yang lupa diri, kerjaannya hanya mengkritik orang lain, menghina orang lain, ibarat cermin yang ia lihatkan kepada orang lain. Lain halnya jika kita mencerminkan dua cermin, artinya bercermin pada diri kita sendiri, kita akan melihat bayangan yang tak terbatas, artinya, kedalaman diri dapat dilihat jika kita melihat diri kita sendiri. Aku sempat terkejut dengan ungkapan guru KBM Plus Bahasa Arab aku bahwa ada seseorang yang mengatakan:” Aku tidak takut kepada Alloh” Wealaah, kagetnya, sombong banget tuh orang? Eits, lon kelar terusannya: “Tetapi aku takut kepada diri aku sendiri jika aku berbuat maksiat”. Rasakan nilai filosofis yang mendalam sekali dari kalimat ini. Terenyuh sekali seseorang apabila mendengarnya.

Ada satu pertanyaan yang menggelitik aku, walaupun semakin ngelantur aje , apakah ada kehidupan lain selain di bumi kita tercinta. Bima Sakti khan hanya seemprit dari sekian trilyunan galaksi, ya besar donk probabilitasnya. Terus, sampai kapan alam semesta akan mencapai titik kulminasi, apa seperti keingintahuan manusia yang tak pernah mencapai titik kulminasi? Apakah Big Bang akan terulang kembali? Atau bahkan akan/telah ada Big Bang-Big Bang yang lain. Di sinilah perlunya kita koreksi dan sadari keterbatasan dan kelemahan manusia.
Wallohua’lam bishowaab

.

15 April 2008

Nyolok Nu Munggaran

Tah, ayeuna munggaran kuring ngadulang kahayang nyolok. Nya wayahna we asa rada aneh-aneh keneh bubuhan munggaran. Nyolok naon cenah? Nya puguh we lain nyolok nu lian-lian. Kuring teh geus sawawa dina segi umur, boh ceuk agama, akil balegna, boh ceuk hukum. Istimewana, kuring keur pas nincak kana umur 17 tahun, anu sok disebut-sebut wates dewasa. Koh aya istilah film jang 17+. Lain maksudna geus halal ningalina, tetep we haram, ngan meureun tina segi ngontrol dirina. Ngan, kumaha bae, nu haram mah haram we….!!!

Saliwat mah umur teh jiga nambahan, padahal hakekatna mah ngurangan, jurujug naratas waktu, kudu dimangpaatkeun masing daria. Kasempetan ieu kuring kamanahan meureun labelna mah ngagunakeun hak keur naangtukeun pamingpin urang keur pikahareupeun. Geus ngaheng panas kuring the ningali babaturan anu geus bisa nyolok dina Pemilu 2004 jeung Pemilu Walikota & Wakil Walikota Tasikmalaya 2007. Ayeuna waktuna, ngan ieu mah leuwih gede deui, nyaeta milih Gupernur & Wakil Gupernur Jawa Barat Periode 2008-2011. Calona mah anu geus teu kudu mindo disaha-saha, nyaeta :

1. Danny Setiawan-Iwan Sulandjana

2. Agum Gumelar

3. Ahmad Heryawan-Dede Yusuf.

Duka ari gular-gelarna mah. Atuh da cumah gelar sapanjang-panjang meakkeun keretas ari pikirana teu parangjang pikeun ruhayat.


Kumaha cenah ari tanggepan masrakat golputer kana pemilu ayeuna? Cenah mah golput soteh lolobana lain aya halangan atawa teu ararapal, cenah mah nasib ruhayat mah kitu keneh kitu keneh. Aya benerna oge, da kaayan dunya ayeung ku Perbawa Murba Wisesa diadab ku resesi ekonomi lah, pamanasan global lah, langka pangan lah, jsb (jeung sayah bingung). Musykilah-musykilah eta anu jadi jurig ka kabehanana. Sanajan meureun kajadian beas turun, sakola haratis, ngan balukarna cenah mah leuwih pabuliwet deui. Nya kitu lah rada hese ngomongkeun politik mah. Ruhayat mah nu penting marurah, kabutuhan aya, da moal ngarti kana bursa efek, valuta asing, barrel, atawa pangaruh dollar. Anu pasti mah masih aya keneh we angina seger harepan anyar ngahiliwir pikeun ruhayat. Tah, serahkeun wae cenah mah ka Gupernur jeung Wakil Gupernur pikeun manggul amanah. Da lolobana dina masa kampanyeu oge masalah anu ngaburudul tina baham nu dikampanyeuan the teu jauh-jauh tina kamiskinan, pangangguran , pendidikan, jeung marahalna harga.

20 March 2008

LOSTA GT KE-4

Kali ini, kami dari Pramuka Ambalan Sangkuriang-Dayang Sumbi NO. GUDEP 37091-37092 yang hanya diwakili oleh Sangkuriangnya saja, pada tanggal 16 Maret 2008 mengikuti LOSTA GT ke-4 (Lomba Strategi , Teknik, dan Aktivitas Penggalang dan Penegak) yang diadakan oleh SMP N. 1 Banjaran.

Ini adalah edisi perdana kami dalam acara lomba se-Jawa Barat ini, banyak pengalaman yang menyenangkan yang kami alami. Misalnya saat kami melakukan gladi resik untuk lomba Baris Berbaris di depan masjid dengan sangat PD-nya, sangat kompak dan rapi, bahkan orang-orang sekitar banyak yang bertepuk tangan. Ternyata saat mulai masuk perlombaan sesungguhnya barisan kami jadi berantakan, bukan karena gugup atau lupa dengan gerakan. Kami bisa menjamin, karena kami saat itu dalam kondisi paling fit dan sudah hampir hapal gerakan dan formasi di luar kepala. Masalahnya adalah posisi juri. Selama kami melakukan latihan di lapangan sekolah SMA N 1 Cisarua, asumsi awal kami si juri ada di sebelah kanan barisan (saat itu kami mulai baris masuk dari sebelah utara lapangan, karena itu satu-satunya bagian paling 'enak' dan terbuka dan biasa dipakai untuk PBBAB (Pasukan Baris Berbaris Angkatan Bersenjata), termasuk upacara bendera dan acara sekolah LAKBBAR dan posisi pembina upacara memang di sebelah kanan kami atau di sebelah barat lapangan) Sebelum masuk ke lapangan lomba saking percaya dirinya kami sangat rileks dan ketawa-tawa sampai lupa memperhatikan posisi juri. Padahal ini _sangat_ penting mengingat gerakan kami sangat bergantung pada formasi. Kami semua seakan dibuat linglung saat pertengahan baris berbaris dimulai, kenapa si A jadi di kanan, kenapa si B jadi di kiri, dan seterusnya, sampai akhirnya buyar semua. Hahaha.

Omong-omong nih tentang PBBAB, saat itu aku sedikit bisa merasa bangga karena sebagai seorang anggota Paspion yang diset untuk memiliki karakteristik yang lucu, kocak dan atraktif, ternyata mampu menjalankan atraksi menarik baris berbaris yang menjadi trademark-nya Paskat (Pasukan Tongkat) yang sigap, gagah dan keren. Dalam waktu latihan yang relatif singkat, aku bisa mengikuti dengan rapih irama dan gerak baris berbaris a la anak-anak Paskat itu. 


"Pi pi pi, Ambalan Sangkuriang", begitu kurang lebih yel-yel di akhir PBBAB yang menampilkan formasi tembak dan si tertembak bergerak a la film Matrix.

Selepas PBBAB, kami pun langsung menyadari satu sama lain kesalahan fatal tersebut, dan hampir semuanya mengaku linglung saat formasi jadi berubah. Tapi alhamdulillaah, tidak ada satupun dari kami yang saling menyalahkan satu sama lainnya.

Lanjut ke lomba acak. Acak, maksudnya? Maksudnya adalah lomba ketangkasan di mana setiap dari kita akan mengikuti beberapa jenis lomba secara perorangan tanpa tahu sedikit pun bidang lomba apa yang akan kita ikuti. Kita diminta berbaris saja dan setiap orang bergilir dipanggil untuk ikut satu jenis lomba tertentu, misalnya semaphore atau cepat tepat. Aku bersama Satya Ali Widodo saat itu kebagian lomba menggambar dengan tema lingkungan. Saat inilah kekocakan terjadi kembali.

Saat masuk ke ruangan kelas, temanku itu agak bengong karena merasa tidak memiliki kemampuan yang mumpuni dalam hal gambar menggambar. Kalau aku sih agak PD lah, hehe soalnya dulu waktu SMP sudah pernah juara melukis beberapa kali. Saking bengongnya, Ali sampai lupa bahwa dia tidak membawa peralatan menggambar satu pun. Sementara perlombaan sudah akan dimulai semenit lagi. Sampai saat dia duduk dia baru tersadarkan dengan hal itu, akhirnya terpaksa dia minta padaku untuk membelah dua pensil gambar yang sudah pendek seujung kelingking itu dipatahkanlah menjadi semakin pendek, sejurus kemudian setelah aku ingatkan tidak ada penyerut (penajam) pensil dia langsung sigap menggigit ujung pensilnya sendiri agar bisa digunakan. Makin parah, penghapus hitam nan dekil yang sudah seuprit peganganku pun terpaksa aku belah lagi jadi makin menoktah. Hahaha.

Sementara itu, beberapa teman yang lain mengikuti perlombaan Mini Soccer dan Penalty Kick, aku tidak sempat melihat. Yang pasti yang jelas aku lihat adalah teman-teman Ambalan Sangkuriang menjadi rising star di antara anak-anak Pramuka SD dan SMP di sana. Kita menghibur mereka dengan nyanyi-nyanyian yang memang sering kita nyanyikan kalau latihan di Gudep tercinta. Anak-anak Paskat masih setia dengan tongkatnya menyanyikan lagu berikut:

Di arena Pramuka, kita galang persatuan kita,

Galakkan kekompakkan maju mundur kita sama-sama
Kalau siang kita kepanasan
Kalau malam kita kedinginan
Tak peduli
Pramuka itu jaya

Sambil menghentak-hentakkan tongkat yang dipegang beradu duet dengan anggota Paskat lain dan setelah itu juga kami sadar bahwa perbuatan asyik itu ternyata telah membawa kehancuran, maksudnya ngancurin lantai berbasis ubin lapangan. Hahaha. Tapi sungguh, hampir semua anak-anak menyukai apa yang kita lakukan, berbeda sekali dengan utusan dari Gudep-gudep lain yang kelihatannya sangat pasif, kita seakan menjadi penghibur dan menguasai lapangan.

Cuman yang agak ngenes itu ketika aku ditanya ama seseorang "Mana Dayang Sumbinya", aku hanya bisa membisu saja mengingat memang saat itu kita lagi krisis Kaum Hawa, hehehe.

Tapi secara keseluruhan kami sangat menikmati saat-saat itu, walaupun ngerasa ngenes terutama saat lomba PBBAB, kengenesan itu seakan bertambah-tambah saat pengumuman pemenang PBBAB disebutkan, Hassanudin dengan PDnya lari ke tengah-tengah lapangan saat disebutkan "SMA Negeri Satuuuuuuu....", ternyata "Banjaran". Hahaha. Oh ya lebih ngenes lagi dokumentasi yang sudah dibakar dalam bentuk CD kini menghilang entah ke mana, hanya beberapa foto yang berhasil terselamatkan karena pernah diunggah ke media sosial dan
alhamdulillah kami mendapatkan juara juga, yaitu Juara 1 Kepramukaan, Juara 1 Penalty Kick, dan Juara Umum Mini Soccer.

18 March 2008

Puisi Wirausahawan

If you say.....

I've been being poor for a long time

Life always more cruel

I can't light up my child and brought my wife to pass her coin in"kencleng"

The hardness so unclear to being mean in my life

But there's always hope


Not poor you're!


But nothing remain


That you have everything that Alloh gives


Not poor, but nothing idea, creativity and uniqueness to be light


Enterpreneur is more than nation solution
To make your wife and your child happy

03 February 2008

Bunka Competition 2008 Adu Bahasa Inggris dan Jepang di SMA Negeri 1 Cisarua


Wuih, dii atas lereng pegunungan dengan pemandangan Kota Bandung di kejauhan, terletak SMA Negeri 1 Cisarua. Biasanya, pada hari Sabtu dan Minggu, "enggak" banyak orang yang berseliweran di skul yang satu ini. Namun, pada hari Sabtu (2/2) dan Minggu (3/2), ada yang beda!.


Satu-satunya perwakilan tingkat SMP, yaitu SMP Labschool UPI, berpartisipasi dalam kompetisi bahasa Jepang di hari kedua. Anne dan Dinda, dari kelas IX dua-duanya ngerasa seneng banget bisa ngedapetin pengalaman buat menguji kemampuan bahasa Jepang mereka. Hebat, yah? Masih SMP udah jago ngomong domo arigatou dengan fasih? Well, ternyata bahasa Jepang merupakan pelajaran mulok wajib di SMP Labschool UPI. Wajar aja, anak-anaknya lumayan jago berbahasa Jepang.

Apa pasal? Rupanya, di SMA Negeri 1 Cisarua, lagi diadain Bunka Competition 2008. Ini adalah kompetisi adu keterampilan bahasa Inggris dan Jepang yang diadakan oleh SMA Negeri 1 Cisarua. Mengundang beberapa perwakilan sekolah se-Jabar seperti SMAN 2 Cirebon, SMAN 2 Bandung, SMAN 3 Bandung, SMAN 1 Banjar, SMAN 1 Cimalaka-Sumedang, SMPN Labschool UPI, SMA Plus Harapan, dan skul lainnya. Anehnya, kompetisi ini justru tidak diikuti oleh perwakilan dari SMA Negeri 1 Cisarua. "Anak-anak SMA Negeri 1 Cisarua biar jadi event organizer aja," tukas Rizzal Muttaqin, ketua pelaksana Bunka Competition dari SMA Negeri 1 Cisarua.

Spanduk sponsor bertuliskan "Pikiran Rakyat" dan sponsor lain menghiasi kompleks sekolah. Dan aula sekolah dengan panggilan sayang SMA Negeri 1 Cisarua ini dijejali ratusan orang yang sedang sibuk berbicara dengan bahasa Inggris dan Jepang.

Kompetisi ini dibagi menjadi dua hari, di mana hari pertama, Sabtu (2/2), adalah kompetisi bahasa Inggris yang terdiri dari Speech Contest, Storytelling, Newsreading, dan Problem Analysis. Sedangkan untuk kompetisi bahasa Jepang pada hari Munggu (3/2), ada dua kategori yang dilombakan, yaitu Rodoku Kontesuto (kompetisi membaca berita), dan Shuji (kaligrafi Jepang).

Dalam problem analysis, peserta diwajibin buat bikin esai tentang tema yang sudah ditentukan, lalu mengerjakan isian soal grammar bahasa Inggris, dan melakukan presentasi tentang esai yang telah dibuat. "Problem Analysis, mungkin adalah kategori lomba bahasa Inggris yang paling susah, soalnya pesertanya harus jago Inggris secara lisan dan tulisan," jelas Rizal.

Di sela-sela acara, para peserta dan perwakilan sekolah dihibur juga dengan penampilan dari ekskul angklung serta penampilan sejumlah band sekolah SMA Negeri 1 Cisarua. Siska dan Bilal, dari SMA Plus Harapan, yang ikutan Rodoku Kontesuto, mengaku kalo mereka cukup senang dengan Bunka Competition ini. "Jarang banget ada yang ngadain event sejenis, makanya kita seneng berpartisipasi di event ini," ungkap Bilal dan Siska.

Untuk hari pertama, SMAN 2 Cirebon meraih penghargaan sebagai juara umum untuk kompetisi bahasa Inggris, dan SMAN 3 Bandung menjadi juara umum untuk kompetisi bahasa Jepang. Moga-moga tahun depan anak-anak SMA Negeri 1 Cisarua bisa kembali ngebikin event yang sama serunya dengan Bunka Competition 2008.***

Daftar Pemenang:

Kompetisi Bahasa Inggris

Problem Analysis - SMAN 1 Soreang

Speech Contest - SMAN 1 Lembang

Storytelling - SMAN 2 Cirebon

Newsreading - SMAN 2 Cirebon

Kompetisi Bahasa Jepang


Rodoku Kontesuto - SMAN 3 Bandung

Shuji Kontesuto - SMAN 3 Bandung


Hitung






Komentar

Tentang Blog Ini

Seorang pembelajar yang berharap tidak berhenti belajar, seorang hamba yang berharap tidak berhenti menghamba

Followers