Terjemahan bebas dari situs
H-Online
Fitur baru Fast Startup pada Windows 8 memunculkan resiko pada integritas filesystem
jika sistem operasi lain digunakan untuk melakukan penulisan pada
partisi Windows. Kehilangan data diduga terjadi pada konfigurasi boot
ganda yang melibatkan Linux dan Windows 8.

Untuk menghindari kehilangan data dan inkonsistensi
filesystem,
pengguna yang memasang Windows 8 dan Linux pada komputer yang sama
disarankan untuk mematikan fitur Fast Startup yang diperkenalkan oleh
Windows 8 dan aktif secara bawaan. Fitur Fast Startup menciptakan suatu
isu dikarenakan fitur tersebut tidak mematikan Windows 8 secara penuh,
tetapi mengarahkannya pada status hibernasi khusus --walaupun
kelihatannya seperti dibooting sungguhan ketika dihidupkan kembali
karena semua aplikasi telah ditutup. Perlu diketahui, pada fitur
hibernasi Fast Startup, Windows 8 akan menyimpan informasi sesi Windows
-- seperti tembolok (cache) yang berisi status filesystem terakhir dari
partisi FAT dan NTFS yang dikaitkan -- dalam image memory yang
dikembalikan selama Fast Startup.
Hal ini dapat
menyebabkan kehilangan data ketika sistem operasi lain digunakan untuk
melakukan penulisan pada jenis partisi ini dengan mudah: setelah
dibangunkan kembali, yang dikira dimatikan, tapi sebenarnya
dihibernasikan, Windows akan mengembalikan ulang operasi dengan data
lama dan informasi filesystem. Resiko muncul tidak hanya ketika Linux
dipasang pada diska secara paralel, melainkan juga muncul ketika jenis
akses lain yang berbeda -- seperti dari basis Windows 7 Windows PE 3.0
atau dari
recovery system yang dibooting dari CD atau USB Flash Drive.
Dalam uji coba, masalah dapat muncul saat mematikan sistem Windows 8 terpasang baru (
fresh install) dari menu kemudian membuat berkas baru pada partisi Windows dengan distribusi Linux. Setelah urutan sistem (
system sequence) dimulai, berkas yang baru dibuat tidak muncul di Windows. Setelah mengeluarkan kaitan (
unmount) dan mengaitkan ulang (
remount) partisi uji coba, dan setelah mematikan ulang Windows dengan fitur
restart Windows, berkas muncul tetapi tidak bisa dibaca atau
corrupted. Berkas suntingan juga sering mengalami kerusakan. Walaupun Windows mampu memulihkan
filesystem
sistem uji coba, butuh waktu sampai dengan sejam untuk membenahi 1,5 TB
partisi NTFS, dan beberapa berkas yang dibuat atau diubah dengan Linux
hilang selama proses berlangsung.
Masalah ini bukanlah
hal yang baru. Pada Windows 7 dan versi Windows yang lebih lawas, isu
yang serupa juga ada tetapi pada Fast Startupnya Windows 8 terjadi terus
menerus mengingat kebanyakan orang menghibernasi sistem mereka tanpa
menyadari apa yang sebenarnya mereka lakukan. Adalah menjadi masalah
yang berpotensial juga ketika pengguna menggunakan Suspen-ke-Diska pada
Linux dan kemudian memuat Linux yang berbeda ketika hibernasi muncul,
tetapi keadaan jarang terjadi ketika penggunaan biasa.
Pencegahan
Para pengembang dari driver
filesystem ntfs-3g FUSE
yang digunakan secara luas oleh sebagian besar distribusi Linux telah
mengetahui isu ini sejak pertengahan September 2012. Saat itu, mereka
mengintegrasikan dua modifikasi pada driver
cabang pengembangan utama; perubahan ini menyebabkan partisi NTFS hanya bisa dikaitkan dengan modus hanya-baca (
read-only)
jika driver mendeteksi sistem Windows dengan Fast Startup yang aktif.
Hal ini dilakukan dengan memeriksaversi ID dri metadata diska NTFS.(
1,
2).
Partisi
NTFS yang digunakan oleh sistem Windows pada hibernasi Fast Startup
akan dikaitkan dalam modus hanya-baca oleh driver ntfs-3g.
Nyatanya, tidak ada rilis driver
ntfs-3g versi baru yang memasukkan perubahan; versi terakhir
ntfs-3g hampir setahun yang lalu. Para pengembang
ntfs-3g telah melakukannya,
menginformasikan kepada para pengembang Fedora, yang mana menerima dua perubahan ini dan mengintegrasikannya pada
pemutakhiran driver untuk Fedora 17.
Debian,
openSUSE dan
Ubuntu,
sebagaimana kebanyakan distribusi Linux lainnya belum memasukkan
pemutakhiran ini demi menyediakan perlindungan dan kernel driver FAT
tidak mendeteksi apakah partisi digunakan oleh sistem Windows yang
mengaktifkan Fast Startup. Karenanya, pengguna yang memiliki boot ganda
Linux pada PC ber-Windows 8 halus selalu mempertimbangkan tindakan
pencegahan. Driver
ntfs-3g
yang belum di-patch tidak memberikan peringatan pengguna jika terdapat
berkas Hibernasi pada partisi sistem Windows; bahkan, driver tersebut
tidak mampu mendeteksi apakah sebuah sistem telah mengaktifkan Fast
Startup pada partisi lainnya.
Klaus Knopper memberitahu kami bahwa Knoppix 7.05 telah memasukkan
patch Fast
Startup ke driver
ntfs-3g. Juga sepertinya memberikan pengguna pilihan untuk mengaitkan partisi secara dapat-ditulis (
writable) dan menghapus berkas Hibernasi sehingga Windows bisa melakukan pemuatan ulang dengan sempurna saat pemulaian berikutnya.
Disarankan
bagi siapapun yang sering menggunakan kedua sistem operasi tersebut
untuk mematikan fitur Fast Startup. Caranya, buka Control Panel dan
pilih tautan "
Choose what the power button does" di bawah
Power Options. Klik pada "
Change settings that are currently
unavailable"; langkah ini akan membeberkan panel dengan lebih banyak pilihan di mana Anda bisa mematikan centang "
Turn on fast startup". Tanpa fitur Fast Startup,
Windows 8 akan membutuhkan waktu agak lebih lama untuk memulai. Status Hibernate
penuh yang dapat diaktifkan pada panel yang sama harus dinonaktifkan centangannya, sebagaimana
Windows 8 menjaga informasi status dari semua
filesystem yang dikatikan di memori dengan pilihan ini.
Pengguna Linux yang sering memuat Windows disarankan untuk mematikanfitur Windows 8 Fast Startup.
Dengan sistem boot ganda, permasalahan sepertinya juga dapat dicegah dengan menulis
bootloader GRUB 2 pada suatu berkas alih-alih pada sektor pertama diska sistem; berkas ini harus kemudian terintegrasi dengan
konfigurasi boot
bootloader Windows 8. Memulai Linux melalui
bootloader mengurangi resiko: dengan cara tersebut, Windows akan melepaskan kaitan partisi dirinya sebelum melakukan
booting
sistem yang berbeda. Pendekatan yang sama juga dapat dilakukan ketikan
memboot ganda Windows 7 dan 8 untuk menghindari masalah dengan
konfigurasi ini. Untuk melakukan ini, gunakanlah
Windows 8 boot manager;
hal ini akan terjadi jika Windows 8 dipasang setelah Windows 7.
Resiko
kehilangan data dengan Fast Startup atau Hibernasi tidak hanya terjadi
pada pemasangan Linux/Windows secara paralel, melainkan juga muncul
ketika versi
live Linux dimuat – misalnya dari
USB flash drive,
CD atau DVD. Pengguna yang hanya sesekali memuat sistem Linux tidak
perlu untuk mematikan pilihan fitur Fast Startup sebagaimana mereka bisa
memuat Linux setelah dipicu oleh penghidupan ulang pada Windows;
pilihan ini hanya mematikan sempurna Windows dan memungkinkan sistem
operasi lain untuk dimulai dengan aman.