18 October 2010

Menyambung Kabel LAN (Crimping dan Pasang Konnektor RJ45)

Walaupun teknologi nirkabel sudah mampu mengakomodasi banyak sekali kebutuhan jaringan dan mengurangi biaya perusahaan, keberadaan jaringan kabel masih sangat dibutuhkan terutama karena terkait masalah keamanan dan kecepatan. Nah, terkait dengan jaringan kabel kali ini aku mau sedikit berbagi pengetahuan (semangat open source) dengan teman semua mengenai crimping dan pemasangan konektor RJ45 ke kabel UTP.

Tutorial ini semoga bermanfaat mengingat terutama karena konektor RJ45 yang mempunnyai toleransi kesalahan yang kecil. Maksudnya, konektor RJ45 ini hanya sekali pakai, apabila temans melakukan kesalahan dalam proses crimping, maka konektor RJ45 tersebut tidak akan bisa dipakai lagi.

Oh, ya sebelumnya kita harus memerhatikan beberapa alat dan bahan
  1. Kabel UTP
    Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan kabel yang umum digunakan dalam jaringan LAN. Kabel UTP mempunyai 8 pin (4 pasang), yaitu:
    PIN KE-
    WARNA KABEL
    FUNGSI PIN
    1
    HIJAU-PUTIH
    TD+
    2
    HIJAU
    TD-
    3
    JINGGA-PUTIH
    RD+
    4
    BIRU
    NC
    5
    BIRU-PUTIH
    NC
    6
    JINGGA
    RD-
    7
    COKLAT-PUTIH
    NC
    8
    COKLAT
    NC
  2. Konektor RJ45
    Perlu diingat untuk membedakan Konektor RJ45 dengan Konektor RJ11, Konektor RJ45 ini mempunyai delapan pin, sedangkan Konektor RJ11 mempunyai empat pin.
  3. Crimping Tool
    Crimping tool merupakan alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11.
  4. Cable Tester
    Oh ya untuk mengetes hasil kerja kita, gunakan cable tester. Lampu yang hidup sebagai penanda sambungan befungsi dengan baik.
  5. Pemotong/ Cutter
LANGKAH CRIMPING
  1. Kupas kedua ujung kulit luar kabel UTP dengan menggunakan gunting atau cutter. Pastikan tidak ada kabel dalam yang terpotong.
  2. Luruskan kabel-kabel dalam dan urutkan sesuai warnanya. Berikut dua jenis pengurutan:
    a. Straight Through
    Biasanya digunakan untuk menghubungkan PC dengan peralatan IT. PC sebagai DTE (Data Terminal Equipment) dan peralatan IT tersebut sebagai DCE (Data Communication Equipment). Dapat dikatakan, kabel straight through ini digunakan untuk menghubungkan dua jenis perangkat yang berbeda. Untuk melihat bagaimana pengurutan kabel straight through sangat mudah, pastikan kedua sisi (sisi A dan sisi B) memiliki pengaturan kabel dengan warna yang sama.
    b. Crossover
    Biasanya digunakan untuk menghubungkan peralatan sejenis, semisal PC – PC, hub – hub. Jadi untuk menghubungkan antar DCE (Data Terminal Equipment) atau antar DCE (Data Communication Equipment). Bertentangann dengan kabel straight through, pada pengurutan crossover, kedua sisi (sisi A dan sisi B) memiliki pengaturan kabel warna yang berbeda. Harap diingat bahwa yang dibuat crossover hanya salah satu sisi kabel saja.
  1. Setelah lurus potong ujung kabel dengan menggunakan gunting, usahakan pemotongan lurus.
  2. Masukkan (colokkan) kabel tersebut ke Konektor RJ45. Pastikan ujung tembaga kabel yg warna-warninya terlihat. Karena jika tidak maka dapat menyebabkan tidak adanya traffic data dan kabel LAN tidak bisa berfungsi.
  3. Jepit dengan menggunakan crimping tool sampai berbunyi “cekrek”
  4. Untuk gladi resik, kita gunakan cable tester dengan memasukan Konektor RJ45. Pastikan agar semua lampu indikator menyala.
  5. Sambungkan setiap ujung kabel UTP ke Network Interface Card ke masing-masing komputer.
PEER TO PEER
Peer-to-peer (P2P) network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama. Kabel UTP yang sudah kita crimping tadi akan kita tes untuk jaringan P2P.
  1. Sebelumnya kita harus mengatur alamat IP masing-masing komputer.
    Aku menggunakan sistem operasi Ubuntu Lucid Lynx 10.04, kita gunakan terminal yang terdekat
    Kita harus mengubah berkas berikut:
    /etc/network/interfaces

Awalnya, berkas ini hanya berisi informasi tentang alamat loopback lokal komputer kita:
auto  lo
iface lo inet loopback

  • Katakanlah kamu ingin menentukan IP statis 192.168.1.2 untuk koneksi jaringan eth0 kamu (adaptor Ethernet pertama di sistem kamu, jika kamu hanya memiliki satu, maka itu adalah eth0), dengan subnet mask 255.255.255.0 dan local gateway 192.168.1.1.
  • Buat salinan cadangan dari berkas interface
  • sudo  cp /etc/network/interfaces

    Perintah ini akan membuat salinan cadangan di direktori home kamu jika sesuatu berjalan tidak beres selama proses pengubahan.
    Selanjutnya, jalankan editor teks:

    sudo  gedit /etc/network/interfaces
  • Tambahkan baris ini
    iface  eth0 inet static
    address 192.168.1.2
    netmask 255.255.252.0
    gateway 192.168.1.1

  • Simpan hasilnya, kemudian restart komputer
  • Apabila tidak mau merestart, ketik
    sudo  ifup eth0
  • Lihat hasilnya dengan
    ifconfig

  • Sumber:

    12 October 2010

    Defragmentasi di Linux

    Kali ini aku ingin sedikit sharing mengenai sistem berkas di sistem operasi GNU/Linux beserta turunannya. Mungkin bagi temen-temen yang baru mengenal dunia Linux agak bingung mengenai aplikasi apakah yang cocok yang baik digunakan untuk mendefragmentasi harddisk.

    Defragmentasi merupakan proses yang dilakukan untuk merapikan data-data di harddisk. Pada dasarnya sistem penyimpanan NTFS seperti menyimpan baju kita di lemari. Andaikata lemari kita mempunyai empat ruangan, tentunya kita tidak memasukkan langsung semua pakaian ke lemari kita. Pasti ada ruangan kosong di setiap segmen. Nah, defragmentasi itu merupakan proses yang dilakukan untuk merapikan susunan pakaian tersebut.

    Di sistem operasi Jendela, banyak sekali aplikasi yang tersedia untuk mendefragmentasi harddisk, seperti TuneUp utilities, Advanced SystemCare, atau aplikasi-aplikasi lainnya. Trus, kalau di Linux apa?

    Usut-punya usut, sistem berkas ext3 atau ext4 di GNU/Linux tidak memerlukan defragmentasi karena memiliki algoritma sendiri. Jadi, biarkan saja dia apa adanya tanpa harus ribet dengan permasalah defragmentasi.

    07 October 2010

    Perintah Dasar Jaringan di Linux


    Linux merupakan sistem operasi yang paling umum digunakan sebagai server jaringan. Linux memiliki kelebihan dalam realibilitas dan sekuriti. Selain itu, mudah sekali unntuk dikonfigurasikan.


    Kali ini saya ingin berbagi mengenai perintah dasar di Linux. Adapun distro yang saya pakai adalah Ubuntu Lucid Lynx. Pada dasarnya, untuk perintah-perintah dasar seperti yang akan teman-teman lihat tidak terlalu dipengaruhi oleh distron Linux yang kita pakai.


    Sebelum kita mencoba, alangkah baiknnya dulu kita menngecek apakah perangkat jaringannya sudah berfungsi dengan baik, kita periksa dengann perintah dmesg. Perintah ini akan mengeluarkan output kernel ring buffer. dmesg ini menampilkan perangkat-perangkat keras yang sesuai.
    Apabila kita menginginkan untuk melihat ethernet card yang kita punya, tentunya perintah dmesg tidak akan membantu kita menemukannya dengan tepat karena output yang dihasilkan banyak sekali dan kita harus memeriksanya baris-per baris. Nah, untuk itu diperlukan perintah grep untuk menyaring apa yang kita cari.





    derizal@Laptop-Kuring:~$ dmesg | grep eth
    [ 1.160386] eth0: Tigon3 [partno(BCM95906) rev c002] (PCI Express) MAC address 00:26:22:0d:92:6f
    [ 1.160390] eth0: attached PHY is 5906 (10/100Base-TX Ethernet) (WireSpeed[0])
    [ 1.160393] eth0: RXcsums[1] LinkChgREG[0] MIirq[0] ASF[0] TSOcap[0]
    [ 1.160395] eth0: dma_rwctrl[76180000] dma_mask[64-bit]
    [ 21.956742] ADDRCONF(NETDEV_UP): eth0: link is not ready




    1. Mengecek IP Address dari komputer kita sendiri (host). Perintah ifconfig ini memeriksa apakah di layer jaringan (layer 3) sudah beres ataukah belum.





    derizal@Laptop-Kuring:~$ ifconfig
    eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:26:22:0d:92:6f
    UP BROADCAST MULTICAST MTU:1500 Metric:1
    RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
    TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
    collisions:0 txqueuelen:1000
    RX bytes:0 (0.0 B) TX bytes:0 (0.0 B)
    Interrupt:17

    lo Link encap:Local Loopback
    inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
    inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
    UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
    RX packets:30 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
    TX packets:30 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
    collisions:0 txqueuelen:0
    RX bytes:2240 (2.2 KB) TX bytes:2240 (2.2 KB)

    wlan0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:1e:65:5b:c1:80
    inet addr:172.124.102.161 Bcast:172.124.103.255 Mask:255.255.252.0
    inet6 addr: fe80::21e:65ff:fe5b:c180/64 Scope:Link
    UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
    RX packets:3793 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
    TX packets:1366 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
    collisions:0 txqueuelen:1000
    RX bytes:2223497 (2.2 MB) TX bytes:135813 (135.8 KB) TX bytes:135813 (135.8 KB)




    Karena komputer memakai Wireless, hanya terlihat IP address wlan0, yaitu 172.124.102.161. IP ini didapatkan dari DHCP server lokal.


    2. Memeriksa Table Routing





    derizal@Laptop-Kuring:~$ route
    Kernel IP routing table
    Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
    172.124.100.0 * 255.255.252.0 U 2 0 0 wlan0
    link-local * 255.255.0.0 U 1000 0 0 wlan0
    default hotspot.paramad 0.0.0.0 UG 0 0 0 wlan0



    3. Mengecek koneksi digunakan protokol ICMP dengan perintah ping atau traceroute





    derizal@Laptop-Kuring:~$ ping parmagz.paramadina.ac.id
    PING parmagz.paramadina.ac.id (117.102.101.88) 56(84) bytes of data.
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=1 ttl=63 time=3.17 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=2 ttl=63 time=0.995 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=3 ttl=63 time=1.85 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=4 ttl=63 time=1.49 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=5 ttl=63 time=1.05 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=6 ttl=63 time=1.12 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=7 ttl=63 time=1.01 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=8 ttl=63 time=1.00 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=9 ttl=63 time=1.05 ms
    64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=10 ttl=63 time=0.987 ms
    //dst
    --- parmagz.paramadina.ac.id ping statistics ---
    39 packets transmitted, 39 received, 0% packet loss, time 38060ms
    rtt min/avg/max/mdev = 0.923/1.363/8.017/1.161 ms




    derizal@Laptop-Kuring:~$ traceroute parmagz.paramadina.ac.id
    traceroute to parmagz.paramadina.ac.id (192.168.30.14), 30 hops max, 60 byte packets
    1 hotspot.paramadina.ac.id (172.124.100.1) 1.857 ms 2.945 ms 3.020 ms
    2 hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88) 3.454 ms 3.732 ms 3.750 ms

    //ternyata untuk sampai pada domain parmagz.paramadina.ac.id komputer harus melewati hotspot.paramadina.ac.id, kemudian
    //ke hosting.paramadina.ac.id
    //Contoh di atas unntuk domain local, sekarang kita coba domain luar

    derizal@Laptop-Kuring:~$ traceroute koprol.com
    traceroute to koprol.com (124.108.78.118), 30 hops max, 60 byte packets
    1 hotspot.paramadina.ac.id (172.124.100.1) 1.836 ms 4.222 ms 4.317 ms
    2 * * *
    3 * * *
    4 * * *
    5 * id-jkt-mid-igw-3.biznetnetworks.com (202.169.34.90) 10.946 ms 11.331 ms
    6 sg-sin1-equ.biznetnetworks.com (202.169.34.252) 24.240 ms 15.866 ms 15.852 ms
    7 p24018.sgw.equinix.com (202.79.197.3) 16.420 ms 16.919 ms 17.041 ms
    8 xe-0-0-0.msr1.sg1.yahoo.com (203.84.211.2) 15.274 ms xe-0-0-0.msr2.sg1.yahoo.com (203.84.211.6) 15.212 ms 17.074 ms
    9 gi-3-1.bas-d1.sg1.yahoo.com (124.108.112.18) 16.681 ms gi-3-2.bas-d2.sg1.yahoo.com (124.108.112.30) 16.282 ms 16.356 ms



    Gabungan antara ping dan traceroute adalah mtr. mtr merupakan tools untuk mendiagnosa jaringan.





    derizal@Laptop-Kuring:~$ mtr
    My Traceroute [v. 0.75]
    Laptop-Kuring (0.0.0.0)
    Keys : Help Display Mode Restart sattistics Order of Fields quit
    Packets Pings
    Host Loss% Snt Last Avg Best Wrst StDev
    1.hotspot.paramadina.ac.id 0.0% 34 0.9 7.4 0.9 89.7 20.0
    1.117.102.101.88 0.0% 33 1.0 2.4 0.9 21.6 3.5



    4. Melihat Mac Address yang baru saja mengontak host kita.




    derizal@Laptop-Kuring:~$ arp
    Address HWtype HWaddress Flags Mask Iface
    hotspot.paramadina.ac.i ether 00:0c:42:43:5b:cd C wlan0
    172.124.100.96 ether 00:0c:42:43:5b:cd C wlan0
    172.124.100.135 ether 00:0c:42:43:5b:cd C wlan0
    user-b0e54d4878.local ether 00:0c:42:43:5b:cd C wlan0
    user-b0e54d4878.local ether 00:0c:42:43:5b:cd C wlan0



    5. Melihat IP Address dari suatu domain.





    derizal@Laptop-Kuring:~$ nslookup mail.paramadina.ac.id
    Server: 172.124.100.1
    Address: 172.124.100.1#53

    Non-authoritative answer:
    Name: mail.paramadina.ac.id
    Address: 192.168.30.10


    Demikian sedikit share tentang jaringan. Kapan-kapan kita ketemu lagi. Semoga bermanfa'at.

    17 August 2010

    Pernik Ramadlan dan Kemerdekaan

    Jam di dinding asrama fellowship 2009 sudah menunjukan pukul 17:30, hmmm... saatnya persiapan ta'jil. Sementara yang laen pada beli lauk, aku malah geyot-geyot pakai koko. Al-Munawar menjadi tujuan. He...khan ada buka bersama di masjid tersebut.

    Ini adalah kali kedua aku merasakan bulan suci di kota metropolis. Tidak semetropolis yang kalian duga. Hamdan lillah aku berkediaman di daerah habib, Pancoran, dan tentunya tidak ada 'Jakarta Undercover' seperti itu. Tidak seperti di rumah, terdapat atmosfer berbeda ketika aku menghabiskan Ramadlan di Jakarta. Kalau di rumah, ada Ibu yang selalu sigap membangunkanku saat sahur, ada Kuliah Shubuh, tarowih yang selalu cepat, dan.. petualangan mencari harta karun (maksudnya ngumpulin makanan buat ta'jil. Itu sih dulu waktu kecil yang mana selalu rakus sembari gak kemakan semua, dasar rakus!). Di Jakarta ini yang pasti aku sering (bahkan selalu) ta'jil di masjid. Banyak sekali hikmah yang dapat diambil. Pertama, menghemat uang (dasar), lalu aku bisa lebih menjaga perut karena ta'jil di masjid dengan seloyang makanan untuk enam orang mempunyai kuantitas nasi yang tidak mengenyangkan. Daripada harus ta'jil ambisi, terus tepar deh gak tarowih.

    Menyinggung tarawih (yang 23 rakaat, terserah mau yang mana, baik yang 11 maupun yang 23 sama-sama baiknya, tidak ada yang salah), akhir-akhir ini aku lebih kerasan dengan tarowih di Jakarta. Kecepatan rata-rata (kayak fisika aja) pas, ya sekitar sejam lah, teringat dengan tarowih di Masjid selatan di kampungku itu, busyet, gak bisa bernapas pokonye aye, 15 menit berez! Ckckck.....

    Oh, ya ada hal lain yang istimewa di bulan Ramadlan tahun ini. Tahun ini bertepatan dengan hari kemerdekaan yang ke-65 RI. Inget yah, bukan "kemerdekaan RI yang ke-65". Itu artinya, Republik Indonesia itu ada banyak sampai ada 65!. Eh, ternyata Mbah Google juga merayakan, dan salah lagi kalimat itunya ketika cursor dihover: :"Dirgahayu Indonesia - Menyambut HUT RI ke-65"
    Ayo, Mbah Google yang sudah banyak makan asam garam, harusnya koreksi yah, tahun depan.

    Apa istimewanya?? Coba deh temans rollingback 65 tahun yang lalu saat founding father kita memproklamasikan bangsa Indonesia. Usul punya usul, ternyata itu juga di bulan suci Ramadlan lho! Istimewa kan, lebih-lebih tanggalnya 27 Ramadlan, yang, katanya (Wallohu A'lam) probabilitas lailatul qodr paling tinggi. Hebat yah bangsa Indonesia. Itu berarti di usia kakek-kakek ini Ramadlan kembali mengingatkan bangsa Indonesia untuk tidak lalai dengan kemajuan zaman mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan cita-cita proklamasi, yaitu negara yang adil dan makmur.

    Akhir kata semoga seluruh amaliyah ibadah kita di bulan suci Ramdlan ini dan sebelumnya diterima oleh Alloh Subhanahu Wa Ta'ala dan semoga negeri kita tercinta bisa bangkit dari keterpurukan. MERDEKA!




    30 July 2010

    Pengumuman Paramadina Fellowship 2010

    Alhamdulillah, kaderisasi telah berjalan lancar. Aku sekarang punya adik baru nih. Selamat ya buat semuanya. Semoga menjadi jalan yang benar dan tepat..

    Eh, ingat ya... Kuliah di perguruan tinggi hanyalah suatu jalan, masih banyak jalan yang bisa membawa teman sekalian kepada kesuksesan. Jadi, jangan bersedih hati ya ynag tidak lolos, Alloh punya rencana lain yang lebih indah. Keep spirit, berikut kutipannya (copast)

    Universitas Paramadina mengucapkan selamat kepada para penerima Paramadina Fellowship 2010.

    Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh pendaftar yang telah mengikuti proses seleksi Tahap ke II, yaitu Tahap Wawancara dengan Tim Panel Paramadina Fellowship 2010. Ada kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi kami, telah memiliki kesempatan untuk berkenalan dan menyaksikan kompetensi seluruh pendaftar dalam proses wawancara tersebut. Kami berharap, keputusan mengenai Paramadina Fellowship 2010, tidak akan mempengaruhi ataupun menghambat motivasi para pendaftar untuk terus berusaha meraih kesuksesan. Kami yakin dengan prestasi yang telah Anda hasilkan bertahun-tahun, peluang untuk sukses akan lebih besar dan doa kami untuk kesuksesan Anda.

    • Proses seleksi Paramadina Fellowship 2010 yang dilakukan oleh Tim Panel, dengan mempertimbangkan prestasi akademis dan non-akademis.
    • Hasil keputusan Tim Panel Paramadina Fellowship 2010 tidak dapat diganggu gugat.
    • Penerima Paramadina Fellowship 2010 tidak diperkenankan terdaftar di Universitas lain, selama berstatus sebagai penerima Paramadina Fellowship 2010.
    • Universitas Paramadina dan Tim Panel Paramadina Fellowship 2010 tidak melakukan pemungutan biaya sedikitpun dalam proses seleksi ini.

    Berikut nama-nama yang berhasil memperoleh Paramadina Fellowship 2010 [klik disini].

    Bagi anda yang berhasil memperoleh Paramadina Fellowship 2010 diharapkan untuk melakukan: I Konfirmasi kesediaan penerimaan Paramadina Fellowship 2010

    • Mengisi dengan lengkap formulir kesediaan sebagai Penerima PF 2010 [formulir dapat didownload disini].
    • Formulir kesediaan yang telah dilengkapi, fax ke Sdri. Muna Pratiwi, di 021 799 3375 atau ke 021 799 0963, dan dikirim melalui e-mail ke muna.pratiwi@paramadina.ac.id
    • Kami tunggu konfirmasi kesediaan tersebut selambat-lambatnya, Jum’at, 13 Agustus 2010, pukul 16.00 WIB.

    II Seluruh peserta PF 2010 baik yang berasal dari Jabodetabek maupun luar Jabodetabek:

    • Sudah berada di Jakarta [Universitas Paramadina] dan langsung menempati asrama pada tanggal Kamis 16 September 2010 pukul 09.00 – 15.00 Wib
    • Bagi Anda yang berasal dari pulau Jawa, Universitas Paramadina akan mengganti biaya perjalanan darat (bus dan kereta api kelas ekonomi), sedangkan Anda yang berasal dari luar pulau Jawa, Universitas Paramadina akan mengganti biaya perjalanan udara dan kapal laut, kelas ekonomi. Penggantian biaya perjalanan akan dilaksanakan setelah penerima PF 2010 sampai di Jakarta dengan menunjukkan bukti tiket pesawat, kereta, bus dan kapal laut yang telah digunakan (paling lambat tiga minggu dari jadwal kedatangan di Universitas Paramadina).
    • Konfirmasi kedatangan setiap peserta akan dikoordinir langsung oleh saudari Muna [0816 957 253], saudaraWirawan [0856 4797 1568] dan saudara Didit [0815 1346 4737]. Atau ke 021 79181188 Ext. 232; Ext. 235dari pukul 08.30 – 16.30 WIB.
    • Selama 2 [dua] tahun pertama masa kuliah di Universitas Paramadina, para mahasiswa peraih Paramadina Fellowship 2010 diharuskan untuk tinggal di asrama yang telah disediakan oleh Universitas Paramadina.

    Khusus bagi Penerima PF 2010, yang menempati posisi cadangan, konfirmasi final menunggu konfirmasi dari para donor. Tim Panel PF 2010 akan segera menghubungi Anda, untuk mengumumkan hasil tersebut pada Jumat, 20 Agustus 2010.

    Kami ucapkan selamat kepada mereka yang berhasil memperoleh kesempatan meraih PF 2010.

    Salam,

    Tim Panel Paramadina Fellowship 2010

    19 July 2010

    Mematikan Komputer Otomatis di Ubuntu

    Mungkin bagi Anda pengguna Ubuntu yang suka memakai laptopnya hingga ketiduran (ama siapa yah...?), kali ini aku mau bagi-bagi info perangkat lunak untuk mengatur waktu mati, restart, atau logout komputer. Kalau di OS Jendela kita mengenal Gadget AutoShutdown, Ubuntu (dan anak cucunya) juga punya GShutdown. Udah deh, langsung aja sedot dari terminal terdekat.

    #apt-get install gshutdown

    berikut skriinsyutnya

    Semoga bermanfa'at
    UPDATE: Ternyata aplikasi GShutdown hanya bisa membuat komputer Log Out. Pantesan aja aku tidur baterainya malah habis, hehe...

    18 July 2010

    Jamu Gendong : Tradisional, Pahit dan Perkasa

    "Ddua ribbu", logat Jawanya begitu kentara pada penjaja jamu itu. Hmmm, pagi yang indah untuk minum "herbal" orang Indonesia. Di balik rasanya yang pahit, bisyari'ati terkandung manfaat yang begitu besar. Prasasti Madhawapura dari zaman Majapahit menyebutkan sudah adanya Acaraki, yaitu profesi 'tukang meracik jamu'. Bagiku, ini merupakan salah satu heritage yang mesti diabadikan secara juridistik akan warisan leluhur ini. Jangan sampai terulang lagi segala pencurian warisan budaya kita oleh bangsa lain.

    Kembali ke cerita. Sang penjaja menawarkan "Pake pait gak". "Iya", lek, jamu pun lewat tenggorokan dan tak pelak pahit pun menjalar. Namun, aku sangat nyaman dan menikmati sekali kepahitan jamu tersebut.

    Ada fenomena yang menarik yang bisa kita lihat dari penjaja jamu ini. Dari dulu hingga sekarang puing-puing ketradisionalan dalm bentuk personifikasi mungkin salah satunya pada penjaja. Entah kenapa dan bagaimana awalnya para penjaja itu menjadi "air tawar" di dalam "air laut". Mengapa? Seperti yang sudah kita ketahui sendiri ciri budaya itu memiliki manusia yang memakai nilai, norma, dan cara yang sama dengan beberapa pengusungnya. Hal ini berbeda sekali ketika berhadapan dengan para tukang jamu. Para penjaja ini bersikeras menggunakan pakaian tradisional sepanjang hari, dan mengapa harus perempuan yang masih bertahan? Aneh juga.

    Aku juga sering membayangkan, betapa beratnya botol-botol yang harus dipikul dalam jarak berkilo-kilo meter yang menurutku sepertinya uang hasil jamunya pun tidak seberapa. Inilah salah satu contoh selain melahirkan sebagai bentuk keperkasaan seorang perempuan.

    Walaupun pahit, seperti yang telah aku singgung, jamu memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan, katanya. Seperti hidup ini. Kadang, tidak semua hal yang manis itu mampu membahagiakan kita, kita tahu bahwa yang pahit itu akan berakhir. Seperti jamu, ada minuman penutup yang manis yang dijajakan. Itulah tugas kita, bagaimana menutup semua cobaan, tantangan dan ujian di dunia dengan kemanisan di akhirat kelak. Pastikanlah kita meminum jamu pemanis, agar tidak terlanjur berlarut-larut pada kepahitan dunia yang menipu. Bahkan, kecantikan, kekayaan, dan kepintaran adalah kepahitan hidup jika kita tidak merendahkan diri dan tidak terbiasa ikut membantu meninggikan derajat kemanusiaan.

    10 July 2010

    Mengatasi Kebosanan Rutinitas


    Malam ini getaran inspirasiku kembali muncul setelah membaca blognya Kak Rasyid. Kakak kelas semesterku ini memang jagonya dalam merangkai kata-kata. Ia mampu mengabadikan mutiara kata serta pandai mengutip (mengingat) beberapa golden concept. Aku sebenarnya merasa terhenyak sekali betapa kemalasan untuk berbagi kembali menggelayut dalam hati. Fiuh, akhir-akhir ini memang perhatianku terlalu tertujukan pada Ubuntu. Makanya aku juga minta maaf secara pribadi kepada http://derizal.blogspot.com yang sekian lama terasa kesepian dan merana diisi dengan konten-konten "egoistik".

    Alhamdulillah detik ini aku bisa sampai duduk di Universitas Paramadina di Semester Pendek Pertama, artinya, Semester I ddan II telah aku lalaui dan kemarin-kemarin aku mengikuti PLC (Paramadina Leaders Camp). Ya, semacam mencari lagi keutuhan diri sebagai mahasiswa, maksudnya menyadari entitas kepemimpinan kita. 

    Pada titik tertentu mungkin kita merasa bosan dengan rutinitas keseharian yang ada. Setelah melalui bebrapa contoh eksperimental, mungkin beberapa nih aku mau share. Artinya, aku juga pernah mengalami kebosanan seperti itu.

    1. Kembali Pada Mimpi

    Ngomong-ngomong soal ingatkan, aku teringat pada sepatah wejangan dari Pak Wija 

    "Mimpilah dengan apa yang engkau cita-citakan, dan besok pagi sekali kerjakanlah setiap hal  menuju mimpi itu"

    Terkadang kita keluar jalur dari apa yang kita kerjakan. Kita bukanlah mesin yang bekerja tanpa tujuan, kecuali tujuan yang pemiliknya berikan. Kita punya kebebasan untuk bermimpi. Apapun mimpi itu. Di tengah perjalanan menuju mimpi sering kita terseok menyimpang pada kesenangan sesaat atau terlupa. Itulah mengapa banyak pakar menganjurkan bahwa mimpi itu harus divisualisasikan. Tatkala kita merasa bosan, hayyaaa, lihat lagi apa mimpi yang ingin kita tercapai.

    Oh, ya mengenai kesuksesan itu sebenarnya bukan merupakan suatu titik capaian tertentu sehingga ketika kita sampai pada titik itu, lantas kita berhenti. Kesuksesan itu sebenarnya merupakan serangkaian proses-proses yang baik dan berjalur yang benar.

    2. Renungkanlah Nikmat yang Telah Tuhan Berikan

    Kebahagiaan itu bukan apa yang kita dapatkan, melainkan sikap kita terhadap apa yang ada. Mensyukuri nikmat memang bukan perkara yang mudah, apalagi bagi kita yang terbiasa dilimpahi banyak kelebihan. benar, banyak orang berkata nikmat itu terasa ketika nikmat tersebut diambil. Coba sesekali tengok ke rumah sakit terdekat. Banyak sekali yang merindukan nikmatnya mata yang sehat yang meluangkan waktu membaca tulisan ini. Hmmmm...

    3. Lakukan dari Sisi yang Berbeda

    Kebosanan dapat muncul dikarenakan kita menginginkan sesuatu yang lebih. Alih-alih kita berusaha menginginkan yang lebih dengan cara yang salah. Lebih baik kita melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Dari beberapa sumber dikatakan bahwa melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya bisa mencerdaskan otak karena ikut merangsang konektivitas sel-sel otak yang baru. Tidak perlu muluk-muluk, misalnya saja sebagai mahasiswa kita sering menjadi deadline mania, coba kita jadi seorang pencuri. Pencuri start maksudnya, atau dari kebiasaan sehari-hari. Jika kita biasa makan pagi sebelum mandi dan mandi pukul 06:30, cobalah madi pukul 04:30 kemudian makan diselingi jalan-jalan. Mungkin sedikit bisa membantu. Ya, itu tergantung krativitas masing-masing. 

    4. Flashback

    Mencapai ketenangan hati memang banyak caranya. Salah satunya yang senang aku lakukan adalah flashback. Merenungkan diri perjalanan hidup kita yang cukup jauh dan cukup dekat ini bisa membuat kita tersenyum kecil. Bayangkanlah diri kita yang masih tembem, imut dan cengeng, lambat laun menjadi kita yang sekarang ini. Masuklah perlahan dan mendalam dalam setiap episode, Insya Alloh, kita akan bisa mendapatkan keagungan Tuhan. Cara lain pun bisa, misalnya memandangi foto-foto kita sewaktu kecil dan berbincang bersama Ibunda tentang masa kecil kita. 

    Mungkin itu sebagian tips berdasarkan pengalamanku, bagi yang suka, silahkan dilike (kayak facebook aja), yang gak suka sumangga, heheh bercanda

    28 June 2010

    Cara Mengubah Posisi Tombol Maximize, Minimize dan Close di Ubuntu Lucid

    Mungkin yang baru upgrade dari Ubuntu Karmic Koala 9.10 ke Ubuntu Lucid Lynx 10.04 agak "kagok" dengan posisi Close, Maximize, dan Minimize-nya yang ada di kiri itu. Usul punya usul, aku dapet nih cara untuk mengubahnya agar kembali "terasa normal". Maklum, apalagi yang sudah terbiasa dengan OS Jendela, agak susah juga yah,

    OK lah buka aja sang terminal tercinta
    ketik

    gconf-editor

    Sebagai informasi, gconf-editor ini kalau di OS Jendela ampir sama dengan Registry, kurang lebih, nah kalau udah ketemu ganti di bagian

    apps > metracity > general

    terus di button_layout masukkan nilai

    :minimize,maximize,close

    Terima kasih, semoga bermanfaat
    Sumber Gord Campbell



    27 June 2010

    Dicopet

    Hari Sabtu itu (26 Juni 2010) kembali naik busway dari Kampung Melayu menuju Mangga Dua. Tapi, sayang, bukan untuk belanja. Hehe. Aku nganterin Kang Iwan ke Orion Mangga Dua buat nyervis netbook HP Mini-nya yang rusak “Hardisk not exist”, katanya. Alamak, pusing juga yah muter-muter cari Orion Mangga Dua, malah salah masuk Hadco Mangga Dua. Udah mau putus asa pulang aja.Untung ketemu juga.

    Hehe, malu-maluin juga ngambil tiket antrian yang gak bisa. Enak banget abis jalan ampir dua kilo mungkin lebih cari-cari HP Service Center duduk di ruang tunggu. Yang lucu, di Jl. Raya Mangga Dua ada tulisan larangan “PEDAGANG KAKI LIMA DILARANG BERDAGANG DI KAWASAN INI”, kira-kira seperti itu. Eh, di bawahnya tuh anteng pedagang minuman. Mau difoto, gak keburu.

    Kita pulang naek MetroMini yang ke Pasar Senen. Nah, waktu aku mau sholat Ashar, tiba-tiba ada suara kresek di belakangku. Aku jadi curiga, eh ternyata ada COPEET! Untungnya di tempat kecil tasku itu ada kresek, makanya aku tahu ada orang yang lagi ngebuka tasku. Juga, jarang-jarang aku bawa dompet di tempat itu. Eh, si copetnya pura-pura gak tau, dia cuman ngomong “Eh, Mas”. Emang sebel sih, tapi aku malah agak lucu gitu gara-gara kresek. Wkwkwk, eh, dianya malah innocent duduk, aku malah ngomong dengan nada rendah juga “Awas, ya Alloh Maha Tahu”. Udah, gitu, aja, soalnya udah pegel kaki juga. Mungkin, ekspresi yang umum aku neriakin itu copet, eh malah gitu aja. Yasud, mudah-mudahan orang itu sadar. Terima kasih Ya Alloh.

    23 June 2010

    Libur Genap Subang-Bandung-Tasik


    Gilee beneer. Tiba-tiba udah selese ya UAS Genap. Ntu artinye aye udah mo setaun di Jakarte (sok Betawi). Di Jakarta yang sudah sangat panas ini (mandi terus), udah masuk juga nih liburan UAS. Eng ing eng, ternyata gak kayak temen-temen kuliahan lain. Aku cuma dapet liburan dua minggu (makan tuh). Tapi, gak papa deh, mending kayak gini, kalau libur tiga bulan sih kayaknya muntah darah tuh. Haha....

    Sebenernya liburan ini aku rindu pada dua tempat, awal UAS sih pengen banget pulang ke rumah di Tasikmalaysia, eh Tasikmalaya. namun, setelah UAS berakhir kenapa aku sangat rindu-rindu sekali NEGERI DI ATAS AWAN. Ya, aku pengen banget pulang ke rumah keduaku di asrama Bina Siswa SMA Plus Cisarua Yayasan Darmaloka Provinsi Jawa Barat (kepanjangan ya, da emang gitu). Yasud, aku memutuskan untuk pergi ke sana. Ehmmm, nostalgia Anak Langit. Tapi, sebelom ke sana, aku mampir dulu nih ke istananya Ngerton di Negara Ganas. tada, akhirnya bisa juga ke negeri Subang....

    yng unik dari negeri Erton adalah jalan di depan rumahnya (Jl. Purwadadi) yang lurus alamak, mantb lurusnya. daripada bosen aku pergi aja ke Situ, Situ, Situ apa yah? Pokoknya di Situ lah. Eh, di pinggirnya tuh ada kuburan Santiong, katanya sering dipake pacaran. Ih... gak takut tuh? tau-taunya datanglah inspirasi kenarsisan>>>>
    Biasa lah abdi mah poto-poto kitu.

    Dan ini yang paling uedan




    Aku gak nyangka sampai berantem gitu, AH, gak deng bohong gih>>>
    Nah, di subang selesai nih, aku langsung aja cabut naik motornya Mr. Erton ke asramaku tercinta.

    Sebenernya aku gak sembarangan juga di Cisarua. Anak-anak Andalas tuh mau ngadain Try Out SNMPTN untuk taun 2011. So, bagi temans yang kebetulan lagi baca postingan ini bisa segera mendaftar ke saya juga bisa. Soalnya, kita mau ngadain TO ini Se-Bandung Raya & Cimahi. OK deh aku kasih tahu judulnya "Try Out Akbar Terdahsyat e-Bandung Raya & Cimahi" SNMPTN. Selain TO, kita juga mau ngadain Talkshow, share pengalaman dengan beberapa mahasiswa berprestasi yang mendapat beasiswa. Ya, lumayan kan. Tenang, konsumsi ada juga kok.

    OK, seminggu berlalu, dan akupun seminggu sisanya dihabiskan di kampung tercinta. Tasikmalaysia, eh, salah terus, Tasikmalaya.

    OK, lah segitu aja mohon maaf dan terima kasih sudah mau baca.


    16 May 2010

    Tips-tips Lolos Paramadina Fellowship 2010 Part 2


    Tiada terasa waktu bergulir meninggalkan kita yang melamuni zaman. Paramadina Fellowship, sebuah program mutualistik dengan tawaran beasiswa terbesar di Indonesia sudah masuk pada periode ketiga, yaitu Paramadina Fellowship 2010. Banyak teman-teman dan adik-adik yang sering bertanya-tanya padaku apa sih tips-tips untuk dapat lolos di ajang beasiswa yang besar ini. Bayangin aja tahun pertama total beasiswa Paramadina Fellowship 2008 adalah 100 juta, tahun kedua, Paramadina Fellowship 2009 110 juta, dan tahap ketiga, tahun ini, Paramadina Fellowship 2010 sampai 125 juta, ckckck, ayo bergegas kawan

    Sebenernya aku udah berbagi tips pada artikel yang lalu, yaitu Tips-tips Menembus Paramadina Fellowship 2010 I . Namun, bersambung dan ARTIKEL INI sambungannya.Jadi, artikel bagi kamu-kamu yang lolos Seleksi Tahap 2 (Tahap Administrasi)

    Langsung aja, seleksi WAWANCARA merupakan saringan yang sangat menentukan bagi temen-temen semua (yang lolos). So, ada beberapa rekomendasi dri sayah pribadih yangh hanyah inginh berbagih sajah. Kitu>>>

    1. Saat tes wawancara, usahakan teman-teman memberi kesan pertama yang meyakinkan. Ini lo saya, dengan segala yang saya punya saya akan tunjukkan keinginan saya untuk meraih cita di bangku perkuliahan.
    2. Ada beberapa rangkaian tes yang akan dijalani yaitu DISKUSI, PEPT dan WAWANCARA face2face dengan TES BAKAT. Saat DISKUSI, silahkan mengeluarkan pendapat dan sarannya dengan mengedepankan adab-adab dalam forum karena saat itulah (menurutku) temen-temen selain dinilai kedalaman wawasannya, juga dinilai bagaimana memosisikan diri dalam suatu forum. Ada yang mendominasi, inferior, tong kosong nyaring bunyinya, semua aspek dinilai. So, maksimalkan semuanya yah.
    3. Tes PEPT (Paramadina English Proficiency Test) merupakan tes setingkat TOEFL. Apa TOEFL??! Aku harap sih temen-temen jangan jadi pesimis mendengar tes tersebut. Memang kendala yang dulu aku hadapi itu waktu yang kurang untuk mengerjakannya. Makanya, mulai sekarang temen-temen berlatih untuk membiasakan diri dengan soal-soal TOEFL, gak jauh beda kok, lagian porsinya lebih sedikit.
    4. Nah, inti dari semua inti rangkaian tes ini adalah WAWANCARA. Temen-temen semua akan dihadapkan pada tim panel (merangkap dosen) di Paramadina. Berdasarkan pengalamanku sih, yang lebih dihargai adalah yang menjadi diri sendiri. Jangan dibuat-buat, ceritakan dirimu seadanya dalam beberapa menit-menit penentuan tersebut. Menurutku tim panel sangat peka dengan bahasa tubuh, sorotan mata dan alunan bibir yang tidak jadi diri sendiri. Kuncinya sih temen-temen sebisanya menunjukkan keinginan yang besar untuk bisa duduk di bangku perkuliahan. Tunjukkan keinginan untuk memberi yang terbaik saat wawancara itu.
    5. Untuk BAKAT, sebenernya inilah yang dulu aku sesalkan. Waktu itu aku memilih bakat meniup suling Sunda padahal, aku SAMA SEKALI AMATIR dalam memainkan suling Sunda. Lagian, aku pake suling yang rusak dan salah lagi nadanya ;P. So, temen-temen ngerti kan apa yang bisa diambil dari sana??

    Ya, mungkin segitu aja deh nyang aku bisa sampaikan, moga bisa bermanfaat. Tapi, ini rahasia yah (hanya kita yang tahu).

    Akhirnya, selamat berkompetisi untuk masa depan. Welcome to The Fellows!!!


    11 May 2010

    09 May 2010

    Pengumuman Paramadina Fellowship 2010 Tahap 2

    Pengumuman Paramadina Fellowship 2010 Tahap 2, Hasil Seleksi Paramadina Fellowship 2010 Tahap 2 mungkin akan jadi kata kunci yang dicari ama temen-temen yang mau ngelanjutin kuliah di Mbah Google. Waktu terus bergulir, adik-adik kelas 3 SMA sudah mulai "melucuti" putih abunya. Memang sangat deg-degan ya, tapi tetap semangat
    .

    Oh, ya untuk teman-teman dan adik-adik yang kepengen tahu PENGUMUMAN PARAMADINA FELLOWSHIP 2010 Tahap 2 sebetulnya gampang-gampang saja. Teman-teman semua tinbggal rajin-rajin tuh buka situs Universitas Paramadina. Untuk pengumumannya sih tanggal 14 Mei 2010. Siap-siap aja terus update buka alamat di address bar nya ya. www.paramadina.ac.id. yang pasti teman-teman semua harus rajin berdo'a ya menunggu detik-detik menebarkan itu. Oh, ya ada pertanyaan atau ingin informasi untuk sementara bisa komentar di blogku ini.

    28 April 2010

    Mengukur Karir di Dunia Komputer

    Tadi siang ngikut kuliah umum IT Architecture and IT Profession bersama dosen IT, Pak Kenny Badjora Lubis dan Ibu retno Hendrowati. Kuliah ini memang bertujuan untuk membuka cakrawala bari bagi mahasiswa Jurusan Teknik Informatika tentang jalur karir di bidang IT khususnya. Ya, memang kadangkala beberapa mahasiswa IT kebingungan untuk memosisikan diri akan masa depan. Kerap aku juga sering bertanya, disiplin ilmu (atau mata kuliah) tertentu ini untuk apa ya, sedangkan pada dunia nyata hal-hal itu sudah tidak dipraktikan lagi secara eksplisit.

    Mungkin temans agak bingung juga ya? Misalnya gini, aku belajar Matematika Komputer mengenai tahap parsing. Padahal, dewasa ini software pemrograman itu sudah mengcover kebutuhan kita sebagai seorang pemrogram. Ya, mungkin dapat dikatakan misalnya library-library banyak sekali bahasa pemrograman sudah tersedia dan kita tinggal memakai saja. Apalagi dengan hadirnya tools yang mempermudah, misalnya memrogram Bahasa Java lebih nyaman menggunakan Netbeans IDE dibandingkan dengan terminal di Linux. istilahnya, kita memang sangat-sangat dimanjakan. Ya, mungkin lebih condong pada "user yang canggih" dalam artian end-user bukan, pegiat IT tulen juga bukan.

    OK, kita kembali pada bahasan awal. Pada kuliah umum tadi, mahasiswa diberikan kerangka mengenai karir di dunia Informatika. dari 4 lapis (Direktur, Manager, Supervisor sampai Staff), @ memiliki jangkauan jenis pekerjaan yang banyak sekali ragamnya. Mulai dari Chef Information Executif sampai tingkat Web Designer, banyak sekali pilihan yang ada (makin bingung).

    Tiba-tiba, ada satu pertanyaan menarik dari Shidiq. Dia menanyakan apakah perbedaan yang signifikan antara Program-program Studi di Universitas yang termasuk keluarga "Komputer". Kita sering menemukan kerancuan perbedaan antara Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Manajemen Informatika, Sistem Informasi, dan lainnya. Berdasarkan apa yang dikatakan Bu Retno bahwa pemberian nama itu terkait erat dengan "Marketing Kampus". Contohnya, orang akan tertarik masuk Akuuntansi Komputasi" yang lebih menjurus daripada "teknik Informatika" yang lebih luas. Padahal, pada dasarnya kurikulum yang digunakan sama saja dengan apa yang dipelajari -yang katanya lebih luas- di Teknik Informatika, mereka belajar Basis Data, Jaringan, pemrograman, dsb, dengan penekanan pada bidang yang "ditonjolkan". Jadi, etimologi yang tepat adalah "Teknik Komputer" atau "Teknik Informatika" dan aku sependapat dengan hal tersebut.

    Anyway, sebaik apapun IP, sebanyak apapun sertifikat, tentu semuanya berujung pada Kecerdasan Emosional kita dalam menghadapi dunia kerja. Ya Alloh, linungilah aku dari kecemasan akan masa depan, serta jadikanlah aku orang yang bisa mengambil hikmah pada apa-apa yang Engkau berikan padaku.

    Hitung






    Komentar

    Tentang Blog Ini

    Seorang pembelajar yang berharap tidak berhenti belajar, seorang hamba yang berharap tidak berhenti menghamba

    Followers