19 July 2010
18 July 2010
Jamu Gendong : Tradisional, Pahit dan Perkasa
10 July 2010
Mengatasi Kebosanan Rutinitas

Malam ini getaran inspirasiku kembali muncul setelah membaca blognya Kak Rasyid. Kakak kelas semesterku ini memang jagonya dalam merangkai kata-kata. Ia mampu mengabadikan mutiara kata serta pandai mengutip (mengingat) beberapa golden concept. Aku sebenarnya merasa terhenyak sekali betapa kemalasan untuk berbagi kembali menggelayut dalam hati. Fiuh, akhir-akhir ini memang perhatianku terlalu tertujukan pada Ubuntu. Makanya aku juga minta maaf secara pribadi kepada http://derizal.blogspot.com yang sekian lama terasa kesepian dan merana diisi dengan konten-konten "egoistik".
Alhamdulillah detik ini aku bisa sampai duduk di Universitas Paramadina di Semester Pendek Pertama, artinya, Semester I ddan II telah aku lalaui dan kemarin-kemarin aku mengikuti PLC (Paramadina Leaders Camp). Ya, semacam mencari lagi keutuhan diri sebagai mahasiswa, maksudnya menyadari entitas kepemimpinan kita.
Pada titik tertentu mungkin kita merasa bosan dengan rutinitas keseharian yang ada. Setelah melalui bebrapa contoh eksperimental, mungkin beberapa nih aku mau share. Artinya, aku juga pernah mengalami kebosanan seperti itu.
1. Kembali Pada Mimpi
Ngomong-ngomong soal ingatkan, aku teringat pada sepatah wejangan dari Pak Wija
"Mimpilah dengan apa yang engkau cita-citakan, dan besok pagi sekali kerjakanlah setiap hal menuju mimpi itu"
Terkadang kita keluar jalur dari apa yang kita kerjakan. Kita bukanlah mesin yang bekerja tanpa tujuan, kecuali tujuan yang pemiliknya berikan. Kita punya kebebasan untuk bermimpi. Apapun mimpi itu. Di tengah perjalanan menuju mimpi sering kita terseok menyimpang pada kesenangan sesaat atau terlupa. Itulah mengapa banyak pakar menganjurkan bahwa mimpi itu harus divisualisasikan. Tatkala kita merasa bosan, hayyaaa, lihat lagi apa mimpi yang ingin kita tercapai.
Oh, ya mengenai kesuksesan itu sebenarnya bukan merupakan suatu titik capaian tertentu sehingga ketika kita sampai pada titik itu, lantas kita berhenti. Kesuksesan itu sebenarnya merupakan serangkaian proses-proses yang baik dan berjalur yang benar.
2. Renungkanlah Nikmat yang Telah Tuhan Berikan
Kebahagiaan itu bukan apa yang kita dapatkan, melainkan sikap kita terhadap apa yang ada. Mensyukuri nikmat memang bukan perkara yang mudah, apalagi bagi kita yang terbiasa dilimpahi banyak kelebihan. benar, banyak orang berkata nikmat itu terasa ketika nikmat tersebut diambil. Coba sesekali tengok ke rumah sakit terdekat. Banyak sekali yang merindukan nikmatnya mata yang sehat yang meluangkan waktu membaca tulisan ini. Hmmmm...
3. Lakukan dari Sisi yang Berbeda
Kebosanan dapat muncul dikarenakan kita menginginkan sesuatu yang lebih. Alih-alih kita berusaha menginginkan yang lebih dengan cara yang salah. Lebih baik kita melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Dari beberapa sumber dikatakan bahwa melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya bisa mencerdaskan otak karena ikut merangsang konektivitas sel-sel otak yang baru. Tidak perlu muluk-muluk, misalnya saja sebagai mahasiswa kita sering menjadi deadline mania, coba kita jadi seorang pencuri. Pencuri start maksudnya, atau dari kebiasaan sehari-hari. Jika kita biasa makan pagi sebelum mandi dan mandi pukul 06:30, cobalah madi pukul 04:30 kemudian makan diselingi jalan-jalan. Mungkin sedikit bisa membantu. Ya, itu tergantung krativitas masing-masing.
4. Flashback
Mencapai ketenangan hati memang banyak caranya. Salah satunya yang senang aku lakukan adalah flashback. Merenungkan diri perjalanan hidup kita yang cukup jauh dan cukup dekat ini bisa membuat kita tersenyum kecil. Bayangkanlah diri kita yang masih tembem, imut dan cengeng, lambat laun menjadi kita yang sekarang ini. Masuklah perlahan dan mendalam dalam setiap episode, Insya Alloh, kita akan bisa mendapatkan keagungan Tuhan. Cara lain pun bisa, misalnya memandangi foto-foto kita sewaktu kecil dan berbincang bersama Ibunda tentang masa kecil kita.
Mungkin itu sebagian tips berdasarkan pengalamanku, bagi yang suka, silahkan dilike (kayak facebook aja), yang gak suka sumangga, heheh bercanda
28 June 2010
Cara Mengubah Posisi Tombol Maximize, Minimize dan Close di Ubuntu Lucid
27 June 2010
Dicopet
Hehe, malu-maluin juga ngambil tiket antrian yang gak bisa. Enak banget abis jalan ampir dua kilo mungkin lebih cari-cari HP Service Center duduk di ruang tunggu. Yang lucu, di Jl. Raya Mangga Dua ada tulisan larangan “PEDAGANG KAKI LIMA DILARANG BERDAGANG DI KAWASAN INI”, kira-kira seperti itu. Eh, di bawahnya tuh anteng pedagang minuman. Mau difoto, gak keburu.
Kita pulang naek MetroMini yang ke Pasar Senen. Nah, waktu aku mau sholat Ashar, tiba-tiba ada suara kresek di belakangku. Aku jadi curiga, eh ternyata ada COPEET! Untungnya di tempat kecil tasku itu ada kresek, makanya aku tahu ada orang yang lagi ngebuka tasku. Juga, jarang-jarang aku bawa dompet di tempat itu. Eh, si copetnya pura-pura gak tau, dia cuman ngomong “Eh, Mas”. Emang sebel sih, tapi aku malah agak lucu gitu gara-gara kresek. Wkwkwk, eh, dianya malah innocent duduk, aku malah ngomong dengan nada rendah juga “Awas, ya Alloh Maha Tahu”. Udah, gitu, aja, soalnya udah pegel kaki juga. Mungkin, ekspresi yang umum aku neriakin itu copet, eh malah gitu aja. Yasud, mudah-mudahan orang itu sadar. Terima kasih Ya Alloh.
23 June 2010
Libur Genap Subang-Bandung-Tasik
Gilee beneer. Tiba-tiba udah selese ya UAS Genap. Ntu artinye aye udah mo setaun di Jakarte (sok Betawi). Di Jakarta yang sudah sangat panas ini (mandi terus), udah masuk juga nih liburan UAS. Eng ing eng, ternyata gak kayak temen-temen kuliahan lain. Aku cuma dapet liburan dua minggu (makan tuh). Tapi, gak papa deh, mending kayak gini, kalau libur tiga bulan sih kayaknya muntah darah tuh. Haha....
Sebenernya liburan ini aku rindu pada dua tempat, awal UAS sih pengen banget pulang ke rumah di Tasikmalaysia, eh Tasikmalaya. namun, setelah UAS berakhir kenapa aku sangat rindu-rindu sekali NEGERI DI ATAS AWAN. Ya, aku pengen banget pulang ke rumah keduaku di asrama Bina Siswa SMA Plus Cisarua Yayasan Darmaloka Provinsi Jawa Barat (kepanjangan ya, da emang gitu). Yasud, aku memutuskan untuk pergi ke sana. Ehmmm, nostalgia Anak Langit. Tapi, sebelom ke sana, aku mampir dulu nih ke istananya Ngerton di Negara Ganas. tada, akhirnya bisa juga ke negeri Subang....
yng unik dari negeri Erton adalah jalan di depan rumahnya (Jl. Purwadadi) yang lurus alamak, mantb lurusnya. daripada bosen aku pergi aja ke Situ, Situ, Situ apa yah? Pokoknya di Situ lah. Eh, di pinggirnya tuh ada kuburan Santiong, katanya sering dipake pacaran. Ih... gak takut tuh? tau-taunya datanglah inspirasi kenarsisan>>>>
Biasa lah abdi mah poto-poto kitu.
Dan ini yang paling uedan
Aku gak nyangka sampai berantem gitu, AH, gak deng bohong gih>>>
Nah, di subang selesai nih, aku langsung aja cabut naik motornya Mr. Erton ke asramaku tercinta.
Sebenernya aku gak sembarangan juga di Cisarua. Anak-anak Andalas tuh mau ngadain Try Out SNMPTN untuk taun 2011. So, bagi temans yang kebetulan lagi baca postingan ini bisa segera mendaftar ke saya juga bisa. Soalnya, kita mau ngadain TO ini Se-Bandung Raya & Cimahi. OK deh aku kasih tahu judulnya "Try Out Akbar Terdahsyat e-Bandung Raya & Cimahi" SNMPTN. Selain TO, kita juga mau ngadain Talkshow, share pengalaman dengan beberapa mahasiswa berprestasi yang mendapat beasiswa. Ya, lumayan kan. Tenang, konsumsi ada juga kok.
OK, seminggu berlalu, dan akupun seminggu sisanya dihabiskan di kampung tercinta. Tasikmalaysia, eh, salah terus, Tasikmalaya.
16 May 2010
Tips-tips Lolos Paramadina Fellowship 2010 Part 2

Sebenernya aku udah berbagi tips pada artikel yang lalu, yaitu Tips-tips Menembus Paramadina Fellowship 2010 I . Namun, bersambung dan ARTIKEL INI sambungannya.Jadi, artikel bagi kamu-kamu yang lolos Seleksi Tahap 2 (Tahap Administrasi)
Langsung aja, seleksi WAWANCARA merupakan saringan yang sangat menentukan bagi temen-temen semua (yang lolos). So, ada beberapa rekomendasi dri sayah pribadih yangh hanyah inginh berbagih sajah. Kitu>>>
- Saat tes wawancara, usahakan teman-teman memberi kesan pertama yang meyakinkan. Ini lo saya, dengan segala yang saya punya saya akan tunjukkan keinginan saya untuk meraih cita di bangku perkuliahan.
- Ada beberapa rangkaian tes yang akan dijalani yaitu DISKUSI, PEPT dan WAWANCARA face2face dengan TES BAKAT. Saat DISKUSI, silahkan mengeluarkan pendapat dan sarannya dengan mengedepankan adab-adab dalam forum karena saat itulah (menurutku) temen-temen selain dinilai kedalaman wawasannya, juga dinilai bagaimana memosisikan diri dalam suatu forum. Ada yang mendominasi, inferior, tong kosong nyaring bunyinya, semua aspek dinilai. So, maksimalkan semuanya yah.
- Tes PEPT (Paramadina English Proficiency Test) merupakan tes setingkat TOEFL. Apa TOEFL??! Aku harap sih temen-temen jangan jadi pesimis mendengar tes tersebut. Memang kendala yang dulu aku hadapi itu waktu yang kurang untuk mengerjakannya. Makanya, mulai sekarang temen-temen berlatih untuk membiasakan diri dengan soal-soal TOEFL, gak jauh beda kok, lagian porsinya lebih sedikit.
- Nah, inti dari semua inti rangkaian tes ini adalah WAWANCARA. Temen-temen semua akan dihadapkan pada tim panel (merangkap dosen) di Paramadina. Berdasarkan pengalamanku sih, yang lebih dihargai adalah yang menjadi diri sendiri. Jangan dibuat-buat, ceritakan dirimu seadanya dalam beberapa menit-menit penentuan tersebut. Menurutku tim panel sangat peka dengan bahasa tubuh, sorotan mata dan alunan bibir yang tidak jadi diri sendiri. Kuncinya sih temen-temen sebisanya menunjukkan keinginan yang besar untuk bisa duduk di bangku perkuliahan. Tunjukkan keinginan untuk memberi yang terbaik saat wawancara itu.
- Untuk BAKAT, sebenernya inilah yang dulu aku sesalkan. Waktu itu aku memilih bakat meniup suling Sunda padahal, aku SAMA SEKALI AMATIR dalam memainkan suling Sunda. Lagian, aku pake suling yang rusak dan salah lagi nadanya ;P. So, temen-temen ngerti kan apa yang bisa diambil dari sana??
Ya, mungkin segitu aja deh nyang aku bisa sampaikan, moga bisa bermanfaat. Tapi, ini rahasia yah (hanya kita yang tahu).
Akhirnya, selamat berkompetisi untuk masa depan. Welcome to The Fellows!!!
11 May 2010
Curious Displays from Julia Tsao on Vimeo.
Curious Displays from Julia Tsao on Vimeo.
09 May 2010
Pengumuman Paramadina Fellowship 2010 Tahap 2
Oh, ya untuk teman-teman dan adik-adik yang kepengen tahu PENGUMUMAN PARAMADINA FELLOWSHIP 2010 Tahap 2 sebetulnya gampang-gampang saja. Teman-teman semua tinbggal rajin-rajin tuh buka situs Universitas Paramadina. Untuk pengumumannya sih tanggal 14 Mei 2010. Siap-siap aja terus update buka alamat di address bar nya ya. www.paramadina.ac.id. yang pasti teman-teman semua harus rajin berdo'a ya menunggu detik-detik menebarkan itu. Oh, ya ada pertanyaan atau ingin informasi untuk sementara bisa komentar di blogku ini.
28 April 2010
Mengukur Karir di Dunia Komputer
19 March 2010
Ha? Amerika Punya Banyak Utang??!!
- C=Konsumsi
- G= Konsumsi Pemerintah
- Investasi
- NX= Selisih Ekspor dengan Impor
13 March 2010
Yang Baru :Ubuntu 10.04 Lucid Lynx
Berita terbarunya, ini nih logo terbaru yang memang revolusioner setelah selama-bertahun-tahun menggunakan logo yang kurang lebih sama, akhirnya muncul yang kayak gini (Tapi jadi ingat SCTV hehehe :P)
Apa sih yang baru dari Ubuntu Lucid Lynx, rumor punya rumor, satu hal yang sering mencuat di dunia maya, Ubuntu Lucid Lynx ini akan memiliki versi GTK+ yang ciamik dengan dukungan RGBA. RGBA ini merupakan model RGB dan kanal alpha untuk transparansi dan translusensi. Apa artinya? Katanya tema transparansi (menyaingi windows) akan diahadirkan dan transparansi tersebut berada pada tingkat widget, bukan tingkat border dan window lagi seperti sekarang. Namun sayangnya, tidak akan digunakan Lingkunan Desktop Gnome 3, melainkan masih GNOME 2.x. lalu, "human theme" akan digantikan dengan "light theme".
Oh ya, apabila nanti versi stabil sudah tiba, temen-temen yang mau ngupgrade bisa melalui dua cara
Cara I
- Masuk Menu->Accessoris->Terminal
- masukkan kata kunci sudo update-manager -d

- Masukkan password, nah di bagian paling atas jika ada pemberitahuan versi baru, klik Upgrade, untuk langkah selanjutnya, tinggal klik-klik saja
Cara 2
- Tekan Alt+F2
- Masukkan update-manager -d

- Karena masuk dalam mode user biasa, setelah klik "Check" akan diminta password
- selanjutnya sama seperti di atas
27 February 2010
Cerita Pendek dengan Linux dan Open Source
Yah, aku bersama beberapa temen-temen TI memang sedang keranjingan virus LINUX (dan aku jadi biangnya hahaha!!!). Terima kasih untuk Pak DJ dan Pak Eko yang keren abis dengan Open Sourcenya telah membaptis anak-anak TI. Seharusnya sih se-kampus Parmad dibaptisnya, tapi gak papa deh sementara ini anak TI 2009 dulu dah yang dibaptis Open Source.
Oh, ya Pa Eko mempercayakan administrasi website padaku. Weleh-weleh, masih kecil nih ilmu Desain Webnya. ya, katanya demi mengakomodasi para Linuxer, Pak Eko, secara informal mendeklarasikan berdirinya UNPLUG (apa tuh??)
UNPLUG, Universitas Paramadina Linux User Group), didirikan hanya sebuah komunitas. Memang, aku berharap banyak pada UNPLUG ini. Semoga di ranah kecil dulu, di kampus lah sudah tercipta kesadaran untuk memakai Open Source, walaupun berat. Tak ada yang tak mungkin kan seperti celoteh Napoleon Bonaparte.
Oh, ya kembali ke pameran tadi. Setelah ngikut sedikit promosi Open Source, tanpa ragu aku tembak Toko Buku Gramedia, yah, niatnya sihmau iseng-iseng aja nyatetin Judul-judul Buku ama embel-embeknya. Coz, aku lebih suka membeli ONLINE, harganya lebih miring dibandingkan dari GRAMED (mudah-mudahan pihak GRAMED gak ada yang baca posting ini).
Yasud,aku ngantuk juga nih, Pokona maju Open Source!!!
08 February 2010
Penggunaan Insya Alloh dan Almarhum
Insya Alloh
Nah, inilah istilah yang sering jadi “alasan”. Rosululloh SAW sendiri memberi contoh penggunaan kata Insya Alloh adalah untuk suatu janji yang memang bnar-benar ingin ditepati. Beliau mencurahkan niat dan tekadnya untuk memenuhi janji tersebut, dan itupun kalau Alloh mengizinkan. Nah, di sini teman-teman muslim/at semua yang menyamakan “bila ada izin Alloh” dengan janji yang ogah-ogahan, “gak janji deh” vulgarnya. Ini berarti memindahkan definisi awal. Celakanya, mayoritas seperti itu, na'uudzubillah. Makanya, derajat kata Insya Alloh ini menjadi rendah karenanya. Terus di mana luhungnya kata yang dianjurkan Rasulullah SAW itu. Maka, aku ngajak nih bagi temen-temen yang memang mau janji dengan sungguh-sungguh dan emang temen suka menepati janji, gunakan saja kata “Insya Alloh” ini. Tapi, misalnya temen emang kadang ingkar janji dan sering menggunakan kata “Insya Alloh” ini sbaiknya temen jadilah orang yang menepati janji, kemudian tatkala temen-temen sudah kredibel, saat itulah budayakan Insya Alloh Islami demi mengembalikan makna semula.
Almarhum
Secara lughowi atau etimologis, almarhum berarti “orang yang dirahmati” karena merupakan kalimah maf'ul atau objek (silahkan koreksi kalau aku salah). Nah, apa artinya? Ini berarti adalah memang istilah bagi seorang muslim/at yang sudah meninggal. Trus, banyak di antara temen-temen yang menyelipkan istilah “Almarhum” ini pada seorang nonmuslim yang mninggal. Ya, kalau memang alasannya untuk kesopanan, lebih baik temen gunakan istilah “mendiang” juga ya.
Ya, mungkin itu, bagi temen pembaca silahkan kalau ada yang tidak setuju. Aku hanya menyampaikan kebenaran. Mudah-mudah menjadi pemberitahu yang tidak tahu dan pengingat bagi yang lupa. ;)
02 February 2010
Kompetisi Website Kompas MuDa – KFC
Didedikasikan dalam rangka "nimbrung" kompetisi menulis Kompas (mudaers.com)
Seringnya menelusuri budaya-budaya negara lain lewat bacaan-bacaan dan membanding-bandingkannya secara tidak langsung, mungkin beberapa pembaca mengangan-angankan tinggal di negara lain yang diimpikannya itu. Beberapa pembaca lain mungkin akan merasakan betapa beruntungnya tinggal di Indonesia setelah menyelami lebih jauh realita yang terjadi di negara lain, entah lewat berita atau lewat buku bacaan yang objektif, yang tidak hanya membahas “yang indah-indah” saja dari negara tersebut, tetapi juga masalah-masalah yang terjadi di negara itu.
Dari beberapa segi pun, orang indonesia tidak bisa disamakan dengan orang dari negeri manapun walaupun itu sama-sama satu rumpun melayu. Apalagi dilihat dari gaya hidup, jelaslah jauh perbedaannya.
Orang yang gemar memelajari budaya negara lain, pada dasarnya seperti orang yang sedang studi banding, mengambil hal positif dari negara tersebut dan menanamnya di negara asal. Tentu saja, setelah ditransformasi ke dalam budaya Indonesia asli. Kegagalan-kegagalan transformasi nilai maupun sesuatu yan positif dari negara lain ke negara asal banyak terjadi di negeri ini. Apa memang kurang panjang pikir, atau memang kurang tak sabar, atau memang terlalu mengagung-agungkan budaya “batur” itu. Misalnya saja bangunan-bangunan beton yang ada di Padang, tanpa memikirkan segi geografis wilayah itu, Padang menjadi daerah rawan gempa dengan jumlah korban yang menakjubkan.
Memang, kesadaran itu sudah muncul hanya saja proses perubahannya tak segampang itu, banyak hal lain juga yang harus diolah dalam pikiran dan ilmu pengetahuan, tentunya dengan melihat berbagai sudut pandang.
Apapun itu penanaman budaya asing ke dalam budaya asal harus dipikir mask-masak dan melihatnya dari sudut pandang ilmu pengetahuan atau sudut pandang bidang lainnya. Sehingga bencana-bencana atau masalah-masalah yang sering melanda negeri ini bisa diminimalisir. Masalah-masalah rutin yang terjadi setiap tahun di Indonesia seperti banjir, kecelakaan lalu lintas, korupsi, kemiskinan, pengangguran, demonstrasi, atau kecelakaan yang diakibatkan minimnya infrastruktur.
Masalah-masalah yang ditimbulkan oleh sistem infrastruktu, negara-negara maju memiliki solusinya. Tetapi mengenai sikap masyarakatnya, Indonesia harus ekstra keras, karena segala peraturan yang dicontek dari budaya lain itu masih ada yang kurang, mungkin tidak dikonversi dengan kebiasaan-kebiasaan masyarakatnya terlebih dahulu atau memang sebetulnya di dalam pemerintahan itu banyak orang yang sakit hingga masyarakat mulai tak begitu percaya pada pemerintah. Setidaknya tidak 100% percaya.
Hampir semua permasalahan di negeri ini dapat ditemui dengan mudah, berbagai media memberitakannya. Lalu apa hubungannya dengan kita harus bangga Indonesia? Harus ada hubungannya ! Dari segala permasalahan itu, sejelek apapun Indonesia di mata negara lain, kita tetap Warga Negara Indonesia (WNI), yang lahir, hidup, dan mungkin mati di negeri ini. Tak ada Indonesia lain yang senyaman ini. Indonesia yang cook dengan kepribadian masyarakatnya, yang melimpahkan Sumber Daya Alam (SDA) yang meruah. Tetapi apakah benar SDA itu kutukan yang membuat bangsa kita malas?!
Indonesia mempunyai anak-anak bangsa yang luar biasa di mata dunia. Tetapi Indonesia juga, mempunyai anak-anak jalanan yang keberadaannya seperti hal lumrah—seolah takdir bagi mereka, yang pintar makin pintar menindas yang lemah dengan sistem kapitalismenya itu, sementara yang lemah makin malas dan lebih banyak omong daripada kerja.
Data-data di sini tidak diperlukan, tetapi yang utama dari permasalahan negeri ini adalah solusinya. Solusinya adalah kita harus bangga Indonesia terlebih dahulu, merasa memiliki akan negeri ini, sayang dan cinta, dan pada akhirnya meresapi apa yang terjadi dan apa yang diperlukan negeri ini.
Menuduh macam-macam terhadap masyarakat yang dicap pemalas pun tidak dibenarkan, orang harus bijak berpikir mengapa itu terjadi? Pasti ada sebab-sebabnya. Apa yang terlihat sekarang adalah akibat dari masa lalu, dan apa yang diputuskan sekarang adalah sebab kejadian di masa mendatang. Entah keberhasilan atau kegagalan. Mental negatif bangsa ini yang menganggap Indonesia tak bisa menjadi negara yang lebih baik hanya mampu melihat kegagalan dari masa lalu tetapi mereka buta terhadap keberhasilan yang telah dicapai negeri ini.
Memang benar keberhasilan yang dicapai tak sebanding dengan kegagalan yang terjadi. Wajar saja masyarakat Indonesia tidak percaya diri. Lalu apa yang harus dibanggakan? Apakah kita hanya cukup puas dan bangga dengan permasalahan yang ada. Seolah setiap kepala bangsa ini dituntut untuk berpikir sebelum mereka matang. Bahkan bayi yang baru terlahir pun sudah dituntut untuk membayar hutang negara. Lalu selama ini kita hidup “ngapain”? Apa sih kontribusi kita sebagai generasi muda negeri ini? Apakah hanya mampu mengeluh saja, tanpa berusaha mencari solusinya? Kita punya visi misi hidup kagak? Atau jangan-jangan kita hanya asal hidup saja, menjadi bangsa biasa yang memiliki sejarah hidup yang biasa-biasa saja.
Sahabat, perlu kita catat bahwa kebanggaan negeri ini adalah kita mmiliki tantangan yang tidak dimilki negeri maju, tantangan yang mana kita mampu menghasilkan solusi-solusi kreatif, berbeda dengan generasi muda negara maju yang kehabisan ide. Lihat Jepang, setelah mengerahkan seluruh potensinya, akhirnya mereka harus mengakui bahwa China sekarang jauh lebih unggul. Generasi Emas Jepang telah menua. Sementara mereka harus terus menghadapi tantangan yang makin menganga.
Orang Jepang dari dulu selalu kerja keras. Indonesia yang hidupnya penuh masalah, tetapi biasa-biasa saja, nyaman dan santai, bahkan masalah-masalah itu memang harus diterima dengan lapang dada, bukan untuk dicari solusinya. O, ya! Justeru sikap nrimo itulah solusinya. Sikap itu justeru membuat hidup jadi bermakna dan berkah. Jadi, bangga Indoensia, mengapa tidak?! Namun, terkadang sikap nrimo yang terjadi sekarang sama dengan sikap menyerah yang seolah tidak memiliki daya lagi.
Coba bayangkan saja, bila hidup di Jepang! Orang harus punya keahlian, segala biaya hidup tentu mahal apalagi jasa. Bayangkan juga dengan orang Jepang miskin seperti apa kualitas hidupnya? Kita jarang sekali memperhatikan hidup orang-orang dengan kualitas rendah di negara maju. Di Jerman, Perancis, Inggris, dan negara maju lainnya mereka benar-benar menganut sisem Kapitalis. Sehingga bila perusahaan kapitalis itu bangkrut maka jatuhlah seluruhnya. Kuasa Tuhan memang mudah sekali, bukan? Bersyukurlah bangsa kita yang mensyukuri segala keberhasilan juga kegagalannya. Tetapi, bersyukur saja belumlah cukup, bentuk syukur itu harus dibuktikan dengan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.
Orang berhasil karena banyak berusaha, begitu pun sebuah negara, sebuah negara bila menginginkan kemajuan dia harus ekstra keras mengatsi PR-PRnya. Lalu apalagi? Barengi juga dengan strategi emas, manajemen yang cook, dan sebagainya, dan sebagainya. Semua itu begitu mudah dipahami semua orang. Aplikasilah yang menentukan, sikap ingin berubah tentu harus didukung penuh!!!
Bergeraklah, bahkan di dalam sebuah perusahaan sekalipun, ada istilah senior dan junior, yang kadang pengalaman sebagai junior kita lebih banyak menuruti apa yang sudah ada, walaupun itu sejujurnya kurang begitu menguntungkan perusahaan, kita malu mengeluarkan pendapat, takut dimusuhi senior, dan keparanoidan lainnya. Akhirnya kita tak mampu membawa perubahan pada apapun.
Perubahan akan gagal bila tak ada seorang pun yang lantang mengusulkan kegiatan apa yang perlu dihentikan, pos mana yang perlu dipangkas dan tindakan apa yang harus dilakukan. Mental malas harus diubah! Terkadang Junior tak berani untuk bertindak seperti itu, sementara itu senior seperti bergotong-royong bahu membahu untuk tidak mau berubah—alasannya mereka merasa lebih nayaman dengan apa yang ada saat itu.
Memang masa transisi akan menghasilkan cobaan-demi cobaan dan tidak memotivasi kita tentunya. Lalu siapa yang akan berhasil? Merekalah orang-orang yang memiliki kemampuan adversity yang baik, yaitu orang yang memiliki kekuatan menerobos kesulitan, orang yang mampu melawan kegamangan, orang yang mampu mendobrak masuk ke situasi baru, dan orang yang mampu menghentikan kebiasaan lama.
Dia juga harus mampu memotivasi khalayak, sehingga dia harus bekerja sama dengan mereka untuk bahu membahu berubah, mereka harus dituntut komitmennya untuk berubah dan ini dibuktikan dengan saling mengontrol, kemudian terus ditindak lanjuti, dan agar tetap semangat lakukan selalu penguatan spirit dan visi.
Emirsyah Satar, CEO PT Garuda Indonesia yang berhasil menjadi CEO terbaik tahun 2009 membagi tipsnya dalam memajukan perusahaan raksasa negeri ini. Mereka bahu membahu untuk berubah, kerja tiap rantai dipertegas. Batas waktu tiap pekerjaan dipertegas, janji harus ditepati. Dan yang penting juga on-time performance. CEO bekerja sama dengan perusahaan dan perusahaan membutuhkan orang banyak untuk berubah. Nilai-nilai perusahaan Garuda Indonesia yakni FLY HI adalah efficient and effective, loyality, customer centricity, honesty and opennes, and the last is integrity.
Setiap pekerja dipacu mencapai target maksimum dan sebagai seorang CEO, gak perlu segan untuk terjun langsung ke lapangan. Justru CEO harus melihat langsung masalah-masalah di lapangan di mana pekerja bekerja. Disana tak perlu ada sakit hati antara atasan dengan bawahan. Bagaimanapun juga, Indonesia patut dibanggakan. Bangga Indonesia mengapa tidak?!***
Sastra Jerman UNPAD
Hitung
Komentar
Tentang Blog Ini
- rizmut
- Seorang pembelajar yang berharap tidak berhenti belajar, seorang hamba yang berharap tidak berhenti menghamba

